Tim SMA Al Kautsar Raih Medali Perunggu LDBI Nasional

Tim Lampung yang diwakili oleh dua siswa SMA Al Kautsar, M. Rafi Sadewa dan Alinea Aftizi, serta satu siswa SMAN 1 Kota Gajah Niluh Alaysia Desna Maharani berhasil meraih medali perunggu atau juara 3 nasional pada ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat nasional. Selain itu, siswa SMA Al Kautsar M. Rafi Sadewa juga dinobatkan sebagai best speaker perak tingkat nasional.

LDBI tingkat nasional digelar di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Bintaro, Tangerang Selatan, sejak Minggu (30/7/2023) hingga Jumat (4/8/2023).

LDBI diikuti oleh 35 tim perwakilan dari provinsi se-Indonesia dan satu tim Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dari SILN Jeddah, Arab Saudi dan SILN Kinabalu, Malaysia.

Ajang debat bergengsi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan UPJ Bintaro.

Tim LDBI SMA Al Kautsar disambut oleh kepala sekolah Eko Anzair beserta jajaran di sekolah setempat, Jumat (4/8/2023).

“Alhamdulillah, terimakasih kepada siswa yang berhasil mengharumkan nama SMA Al Kautsar dan nama Lampung di tingkat nasional,” kata Eko.

Dia mengharapkan prestasi para siswa ini nanti bisa memotivasi siswa-siswa lainnya untuk meraih prestasi sesuai bidang masing-masing.

M. Rafi Sadewa menceritakan, ada delapan perwakilan provinsi yang bertanding di tahap penyisihan perempat final, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Bengkulu.

Kemudian dipilih 4 provinsi terbaik yang melaju ke tahap semifinal, yakni Jawa Tengah, Lampung, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur.

“Final dimenangkan oleh tim dari Kalimantan Timur dengan keputusan bulat juri 9:0, juara 2 tim DKI Jakarta, dan Lampung bersama Jawa Tengah berada di posisi juara 3,” kata Rafi Sadewa.

Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia SMA Al Kautsar yang juga guru pendamping lomba, Septinah Welasih mengatakan, tiga hal yang dinilai dalam lomba debat adalah matter berupa isi konten dalam argumen (40%), lalu manner yaitu cara penyampaian argumentasi (40%), dan method berupa kerapihan dari argumentasi (20%).

“Untuk best speaker juga dinilai dari seberapa kompeten siswa memenuhi ketiga kriteria tersebut, dan Alhamdulillah siswa kita M. Rafi Sadewa mendapat nilai rata-rata 75,4 dan berhasil meraih best speaker perak tingkat nasional,” tutur Septinah.