Langganan Medali OSN, SMA Al Kautsar Dikunjungi Tim Kemendikbudristek

SMA Al Kautsar dikunjungi oleh tim Pusat Prestasi Nasional dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumat (17/3/2023), untuk menggali pola pembinaan di sekolah sehingga bisa melahirkan siswa-siswa berprestasi di tingkat nasional khususnya bidang Olimpiade Sains.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Press Tour Tahun 2023 tim Kemendikbudristek bersama jurnalis media nasional diantaranya JPNN, Suara Karya, Gatra, dan Rakyat Merdeka.

Tim Press Tour dari Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek terdiri dari Azis Purwanto, Rayhan, dan Darmawan. Juga hadir Teguh Susanto dari Ditjen Pendidikan Vokasi, Yanuar dari Pusat Laporan Pembiayaan Pendidikan, dan Yosse Ervindry dari Subkoordiantor Bidang Publikasi Pusat Prestasi Nasional.

Yosse Ervindry menjadi host pada siaran podcast yang dilakukan di empat lokasi di Lampung, yaitu di Universitas Lampung (Unila), Universitas Bandar Lampung (UBL), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dan SMA Al Kautsar Bandar Lampung. Kegiatan Press Tour ini dalam rangka melihat hasil dari program Kampus Merdeka dan Ajang Talenta yang merupakan program Kemendikbudristek.

Pada sesi wawancara di SMA Al Kautsar dihadiri oleh Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso, Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair, Wakil Kepala sekolah, guru pembina Olimpiade dan koordinator Olimpiade SMA Al Kautsar Guntur.

Tim Kemendikbudristek mewawancara enam siswa SMA Al Kautsar yang maju ke OSN tingkat nasional pada 2022, yaitu Fahmi Aziz Firmansyah (meraih emas bidang Astronomi), Dimas Dwi Rachmad Susilo (medali emas Geografi), M. Ab’du Al Hafiz (medali perunggu Geografi), M. Nabhan Dzaki Aufar (medali perunggu kebumian), serta dua siswa lainnya yang maju ke nasional, salah satunya penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Aqiilah Hafizh Randyansyah.

Yosse Ervindry mengawali kegiatan Press Tour dengan menjelaskan beberapa Ajang Talenta Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk jenjang SMA, diantaranya Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Peneliti Siswa Indonesia (OPSI), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi), Festival Literasi Siswa Indonesia (FeLsi), serta LDBI dan NSDC.

“Puspresnas juga memberikan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) bagi siswa-siswa yang meraih prestasi di Ajang Talenta. Ada pembinaan satu tahun bagi kelas XI untuk menuju kampus internasional melalui BIM Program Persiapan S-1 Luar Negeri, setiap minggu ada tes IELTS,” ujarnya.

Lalu, Yose meminta Dimas Dwi Rachmad Susilo menceritakan perjuangannya sehingga berhasil meraih medali emas OSN.
Menurut Dimas, dia tertarik dengan pelajaran IPS sejak SMP, terutama bidang Geografi dan Sejarah. Ketika itu, dia tidak bersekolah di SMP Al Kautsar. Dua kali mengikuti OSN bidang Geografi, yaitu pada 2017 dan 2018, dia hanya lolos hingga tahap pra-OSN tingkat Kota Bandar Lampung.

“Waktu masuk SMA Al Kautsar, saya masuk tim olimpiade, ikut pelatihan dan mendapatkan pembinaan. Kelas X saya ikut OSN 2021, lolos ke nasional, tetapi tidak mendapat medali, kelas XI ikut lagi dan Alhamdulillah dapat medali emas OSN 2022,” ujar Dimas.

Pengalaman serupa diceritakan oleh Fahmi Aziz Firmansyah, ketika di SMP, dia dua kali mengikuti olimpiade bidang matematika tanpa pembinaan dari sekolah. Dia diminta belajar sendiri untuk bidang matematika selama satu bulan.

“Waktu itu saya tidak di SMP Al Kautsar, saya disuruh belajar otodidak matematika satu bulan, saya hanya sampai di OSN Tingkat Kota saja, setelah itu tidak lolos,” tutur Fahmi.

Ketika masuk SMA Al Kautsar, lanjut Fahmi, semangat untuk berprestasi kembali muncul. Namun, Fahmi beralih ke bidang Astronomi karena dia menyukai benda-benda langit.

“Ketika masuk SMA Al Kautsar, ada kakak kelas saya yang dapat medali emas, jadi saya semangat lagi. Apalagi di SMA Al Kautsar ini ada yang membimbing dan mengajari saya,” katanya.

Fahmi mengaku tidak hanya mendapatkan pembinaan dari guru, tetapi juga dari alumni SMA Al Kautsar yang dulunya meraih medali emas bidang Astronomi OSN. Dengan pembinaan tersebut, Fahmi berhasil meraih peringkat 3 OSN Tingkat Kota Bandar Lampung tahun 2021, tetapi kemudian berhenti hingga OSN Tingkat Provinsi Lampung, tidak lolos ke nasional.

“Pada 2022 saya ikut lagi, motivasinya nggak mau kalah lagi. Targetnya bukan sekedar lolos, tetapi peringkat satu, Alhamdulillah di tingkat kota peringkat satu, lanjut ke provinsi peringkat satu juga. Lanjut ke nasional, selama tiga minggu di karantina di sekolah dan satu minggu di Bandung. Saya menargetkan perak, dan Alhamdulillah dapat emas,” ujar Fahmi.

Sementara, Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair menjelaskan, bahwa SMA Al Kautsar memiliki pola pembinaan yang terstruktur untuk membina anak-anak yang berbakat di sembilan bidang olimpiade. Sejak kelas X sudah dilakukan seleksi di tingkat sekolah dan dibentuk tim olimpiade untuk sembilan bidang pelajaran tersebut agar mendapatkan pembinaan dan bimbingan yang intens.

“Pembinaan tingkat sekolah dilatih oleh guru-guru dan alumni siswa peraih medali olimpade untuk memberikan bimbingan bagi adik-adik mereka,” kata Eko Anzair.

Bagi siswa yang telah lolos di tingkat kota dan tingkat provinsi, pembinaan dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga pelatihan olimpiade baik secara online, maupun offline dengan mendatangkan pelatih olimpiade ke sekolah.

“Ketika masuk ke nasional, siswa kita karantina, dan dilakukan pembinaan dari kakak alumni peraih medali, dan dosen-dosen Universitas Lampung atau Institut Teknologi Sumatera yang selama ini biasa menangani olimpiade sains,” kata Eko.

Menurut Eko, semua capaian prestasi ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Ketua Yayasan Al Kautsar Wagiso yang mensupport semua pendanaan untuk pembinaan olimpiade SMA Al Kautsar, mulai dari biaya pelatihnya, konsumsinya, dan akomodasi lainnya, baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

“Alhamdulillah Al Kautsar selalu mengirimkan siswa mengikuti olimpiade, dan biasanya paling banyak siswa yang ikut, serta paling banyak juga sumbangan medalinya untuk Lampung,” tutur Eko.

Ketua Yayasan bersama kepala sekolah, guru, dan siswa SMA Al Kautsar berfoto bersama tim Press Tour Kemendikbudristek, Jumat (17/3/2023).

dody wahyudi

Avatar