2 Siswa SMA Al Kautsar Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional IGEO dan ISEO

Dua siswa SMA Al Kautsar, Dimas Dwi Rachmat Susilo dan M. Nabhan Dzaky Aufar menorehkan prestasi yang membanggakan. Keduanya menjadi terpilih mewakili Indonesia pada ajang olimpiade internasional.
Dimas akan berlaga di ajang International Geography Olympiad (IGEO), dan Nabhan di ajang International Earth Science Olympiad (IESO) pada Agustus 2023 mendatang.
Keduanya, didampingi oleh Kepala SMA Al Kautsar dan guru pendamping berpamitan dengan Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso, Kamis (27/7/2023), untuk berangkat ke Bandung dan Yogyakarta mengikuti karantina nasional yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas).
Dalam pertemuan di ruang kerja Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh dua siswa SMA Al Kautsar tersebut.
“Kami mengucapkan selamat, kalian tidak hanya mengharumkan nama Al Kautsar, tetapi juga mengharumkan nama Provinsi Lampung dan Indonesia. Ini anugerah, mudah-mudahan kalian diberi kemudahan dan bisa meraih medali mendapatkan hasil terbaik,” kata Wagiso.
Dia mengingatkan Dimas dan Nabhan untuk percaya diri, dan menjaga kesehatan fisik di tengah karantina yang akan berlangsung selama dua minggu ke depan, sehingga saat perlombaan bisa tampil dalam kondisi prima.
Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengatakan, kedua siswa SMA Al Kautsar ini merupakan peraih medali di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2022. Dimas meraih medali emas bidang Geografi dan Nabhan meraih medali perunggu Kebumian.
“Alhamdulillah, mereka berdua tahun ini juga sudah diterima di UGM lewat jalur prestasi,” tutur Eko Anzair.
Dia meminta doa dan dukungan dari pengurus yayasan dan para guru agar kedua siswa mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Al Kautsar, Provinsi Lampung, dan Indonesia.
Sementara itu diwawancara usai pertemuan, Dimas mengatakan melewati tiga kali pelatihan nasional (pelatnas) untuk berhasil terpilih menjadi salah satu dari empat perwakilan Indonesia pada ajang IGEO. Tiga lainnya adalah pelajar dari Jawa Timur, Bandung dan Bogor.
“Pada seleksi awal ada 30 orang, semua peraih medali di OSN tahun lalu. Setelah itu disaring menjadi 16 orang dan dikarantina lagi, lalu disaring lagi menjadi 8 orang, kemudian baru diambil 4 orang yang menjadi wakil Indonesia pada ajang IGEO,” kata Dimas.
Menurutnya, 4 wakil Indonesia ini harus mengikuti karantina lagi selama dua minggu yaitu mulai 28 Juli hingga 6 Agustus 2023. Setelah itu akan mengikuti kompetisi IGEO pada 8-14 Agustus yang dilaksanakan di Bandung karena pada tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah.
“Biasanya selama karantina akan ada penyampaian materi dari dosen, lalu tes berupa tes tertulis, essay, dan observasi lapangan bikin peta dan proposal perencanaan,” kata Dimas.
Dengan pelatihan maksimal dan kesiapan mental serta fisik yang baik, Dimas mengaku optimis bisa menyumbang medali untuk Indoensia.
Hal yang sama disampaikan Nabhan, setelah mengikuti tiga kali seleksi nasional, dia lolos menjadi salah satu dari 8 perwakilan Indonesia pada ajang IESO yang digelar pada Agustus 2023 mendatang. Olimpiade kompetisi kebumian internasional tersebut dilaksanakan secara daring dengan tuan rumah dari negara India.
Menurut Nabhan, selama pelatihan nanti ada 4 sub topik yang akan mereka pelajari, yakni geologi dengan mempelajari lapisan bantuan bumi, lalu meteorologi yang mempelajari tentang cuaca dan iklim. Selanjutnya oceanografi mempelajari tentang perairan laut, astronomi yang mempelajari tentang benda-benda langit, posisi bumi terhadap tata surya.
“Di olimpiade nanti ada dua tim yang mewakili Indonesia, diantaranya saya dari Lampung, ada yang dari Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Yogya. Insyaallah semangat dan optimis bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

dody wahyudi

Avatar