SMA Al Kautsar Gelar Sanlat Ramadhan Asah Kecerdasan Spiritual Siswa
Sebanyak 424 siswa kelas X SMA Al Kautsar mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan selama tiga hari, Sabtu-Senin, 28 Februari-2 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengatakan, Sanlat Ramadhan merupakan program unggulan dan wajib diikuti oleh semua siswa. Selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMA Al-Kautsar, siswa akan mengikuti tiga sanlat, yaitu sanlat siswa baru, sanlat Ramadhan dan sanlat saat naik ke kelas XII yang di gabungkan dengan Orientasi Prestasi Siswa (OPS).
“Salah satu faktor untuk mencapai kesuksesan adalah kecerdasan spritual. Jadi, pesantren kilat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual siswa,” kata Eko.
Selain itu, melalui kegiatan sanlat Ramadhan, para siswa akan dilatih untuk memperbanyak ibadah karena amalan di bulan Ramadhan dilipat gandakan oleh Allah.
Secara resmi sanlat Ramadhan dibuka oleh Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso. Dalam sambutannya, dia menyatakan sanlat sudah menjadi agenda rutin sejak Al Kautsar didirikan yang bertujuan menciptakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing tinggi, dan berakhlakul karimah.
Selama sanlat, para siswa akan belajar tentang tata cara beribadah yang benar, penguatan akidah dan penanaman adab yang baik.
“Kesempurnaan iman seseorang terletak pada kemuliaan akhlaknya atau pada adabnya. Adab ini yang nanti akan melahirkan krakter baik, dan karakter baik inilah yang akan menentukan kesuksesan kalian di masa depan,” tutur Wagiso.
Oleh sebab itu, Ia berpesan agar semua siswa mengikuti kegiatan pesantren kilat dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan wawasan dan pemahaman yang benar tentang tata cara ibadah dan abdad Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Panitia Sanlat Ramadhan, Datu Noplanol menyampaikan, tahun ini kegiatan sanlat memiliki tema “Suci Hati, Suci Pikiran dan Raih Kemenangan di Bulan Suci Ramadhan 1447 H”. Beberapa materi yang disampaikan selama sanlat adalah tentang akidah, tatacara ibadah, akhlak, dan pengetahuan tentang sejarah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihiwasallam.
Materi-materi sanlat menambah wawasan peserta didik terkait dasar-dasar agama yang menjadi landasan dalam bertindak dan beribadah sehari-sehari.
“Kami berharap, setelah mengikuti sanlat Ramadhan ini akan tertanam adab yang baik kepada para siswa tentang adab bergaul dengan teman sebaya, dengan guru dan orang tua, serta sikap yang benar ketika berada dalam masjid. Selain itu, memberi motivasi kepada peserta didik dalam menjalankan ajaran agama dan meraih prestasi di sekolah,” tutur Datu.






