Tim Dosen ITB Gelar Diskusi Ilmiah di SMA Al Kautsar

Tim dosen Fakultas MIPA Intitut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan diskusi ilmiah di SMA Al Kautsar, Selasa (9/8/2022).

Tim dosen ITB terdiri dari Acep Purqon, Linus Pasasa, Nurhasan, Enjang Jaenal Mustopa, Muhammad Rizqie Arbie, Gunawan Handayani, dan Hany Mahardika.

Tim dosen ini disambut langsung oleh Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair beserta para wakil kepala sekolah dan dewan guru. Kegiatan diskusi ilmiah tersebut diikuti oleh puluhan siswa kelas unggul, kelas plus, dan para juara olimpiade SMA Al Kautsar.

Dalam sambutannya, Acep Purqon menyatakan apresiasi yang tinggi kepada kepala sekolah, guru dan siswa Al Kautsar yang telah menyambut dengan antusias kedatangan mereka untuk melakukan diskusi ilmiah di SMA Al Kautsar.

“Luarbiasa Pak Kepala Sekolah, kami merasa berterimakasih bisa hadir disini, bahkan bertemu guru dan siswa-siswa. Saya lihat pas masuk tadi, sekolah ini penuh prestasi, apalagi ini sekolah swasta dan sekolah Islam, lekat dengan prestasi,” ujar Acep.

Dia memperkenalkan tim dosen yang hadir hari ini tergabung dalam Kelompok Keilmuan atau Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Komplek FMIPA ITB.

Dalam pemaparannya, Acep mengingatkan guru dan siswa untuk menjadikan kemampuan pengematan atau observasi sebagai budaya sehingga siswa bukan hanya melihat suatu kejadian atau peristiwa tetapi memiliki motivasi dan dorongan kuat untuk menyelediki dan menggali kejadian tersebut.

Acep mencontoh seorang ilmuwan Belanda, Johannes Diderik van der Waals yang menemukan gaya van der waals karena mengamati cicak yang menempel di dinding.

“Pertanyaan dia waktu itu cuma satu kenapa cicak bisa menempel di dinding, dia teliti, ternyata ada rambut-rambut kecil di kaki cicak, bagaimana rambut-rambut kecil itu bisa menempel? Ternyata ada gaya van der waals, berapa besaran gaya, diuji dan dia temukan angkanya,” kata Acep.

Jadi, lanjut Acep, hal paling utama yang harus dimiliki siswa adalah rasa ingin tahu, kemampuan pengamatan.

Beberapa dosen ITB lainnya juga menjelaskan tentang momentum sudut yang menyebabkan sepeda dapat stabil dan tidak jatuh saat bergerak.

Sementara itu, Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengucapkan terimakasih atas kehadiran para dosen ITB di SMA Al Kautsar.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena ini untuk pertamakalinya Al Kautsar dikunjungi dosen-dosen dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” kata Eko.

Eko mengatakan, pada tahun ini, sebanyak 93,6% lulusan SMA Al Kautsat diterima di perguruan tinggi negeri, dan sekolah kedinasan. Persentase ini melebihi target sekolah yang menargetkan 80% lulusan masuk perguruan tinggi negeri.

“Beberapa target sekolah adalah 80% lulusan di terima di PTN dan sekolah kedinasan, ini setiap tahun, kita sudah melebihi target. Siswa wajib hapal 9 surah pilihan seperti Ar Rahman, Al Kahfi dan lainnya, lalu target memiliki prilaku dan akhlak yang mulia,” ujar Eko.

Menurutnya, para lulusan SMA Al Kautsar tersebar di berbagai PTN di Indonesia, termasuk di PTN-PTN terbaik yaitu UI, ITB, IPB, UGM, Unand dan Undip.

“Tahun lalu ada tiga siswa kita yang lolos SBMPTN ke ITB, tahun ini meningkat cukup tinggi yaitu 11 orang yang lolos ke ITB,” katanya.

Eko menjelaskan bahwa SMA Al Kautsar memiliki tim olimpiade dibawah binaan para guru Al Kautsar dan tutor profesional di bidang olimpiade.

Foto.
Tim dosen FMIPA ITB berfoto bersama guru dan siswa SMA Al Kautsar usai memberikan diskusi ilmiah, Selasa (9/8/2022), di sekolah setempat.