Tim studi komparasi dari Balik Papan, Kalimantan Timur mengunjungi SD Al Kautsar dalam rangka menggali inspirasi dari Sekolah Sehat Tingkat Nasional tersebut, Rabu (9/05/2018).

Delapan anggota tim Lomba Sekolah Sehat (LSS) dari Balik Papan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balik Papan Muhaimin. Rombongan terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan perwakilan dari SD, SMP dan SMA yang maju ke LSS tingkat Provinsi Kalimantan.

Tim studi banding ini diterima oleh TP UKS Provinsi Lampung, TP UKS Kota Bandar Lampung. Didampingi oleh Kepala SD Al Kautsar Yus Indra, Wakil Bidang Kesiswaan Sugeng Priyono, serta kelompok kerja UKS SD Al Kautsar yang menampilkan seni khas Lampung, serta menjelaskan tentang program-program unggulan UKS di SD Al Kautsar.

“Kami sangat bersyukur, sekarang UKS SD Al Kautsar sudah menjadi model Sekolah Sehat Tingkat Nasional. Jadi, tim dari Balik Papan ini melakukan studi banding ke SD Al Kautsar untuk persiapan menuju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi, mereka ingin melihat apa saja program unggulan yang ada di SD Al Kautsar,” ujar Yus Indra.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan studi banding ini penting mereka lakukan karena ingin melihat mencontoh program-program unggulan yang mungkin untuk diterapkan di sekolah Balikpapan yang akan maju ke tingkat provinsi.

“Kami melakukan sharing dan meminta saran tentang program-program yang mungkin dilakukan di Balikpapan, tentunya dengan tidak meninggalkan kearifan lokal daerah Balikpapan,” tutur Muhaimin.

Sementara,  Sugeng Priyono memaparkan, tim dari Balikpapan ini mengunjungi perpustakaan, kantin, ruang UKS, ruang kelas, serta kantin SD Al Kautsar. Selama berkeliling melihat lingkungan SD Al Kautsar, para siswa dari pokja unggulan SD Al Kautsar menjelaskan tentang program yang diterapkan di sekolah.

“Ada  enam program unggulan yang hingga kini terus dilakukan yaitu bidang kerohanian, dokter cilik, polisi kebersihan, keolahragaan, seni budaya, dan partisipasi pihak ketiga,” ujar Sugeng.

Dia mencontohkan program polisi kebersihan melibatkan 180 siswa atau 10%  dari total siswa SD Al Kautsar. Polisi kebersihan ini bertugas memberikan penyuluhan tentang kebersihan kepada teman-teman sebayanya, selain itu juga menindak atau memberi sanksi bagi siswa atau warga sekolah yang melakukan pelanggaran. “Sanksi bagi yang melanggar berupa hapalan ayat Alquran,” ujarnya.

UKS SD Al Kautsar juga menjalin kerjasama berkelanjutan dengan Puskemas Rajabasa Indah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia Provinsi Lampung, Kemendikbud melalui Program Pendidikan Keluarga, serta Program Nestle Healthy Kids yang bekerjasama dengan PT Nestle. “Melalui kerjasama PT Nestle ini siswa mendapatkan wawasan tentang nutrisi, serta pemanfaatan sampah menjadi barang berguna seperti tas, hiasan, dan lainnya,” kata dia.

FOTO
Tim UKS Kota Balikpapan saat melakukan studi banding ke SD Al Kautsar sebagai Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2017.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *