Tim Alkautsar Lolos Pentas PAI Nasional

TIDAK tanggung-tanggung, tim SD, SMP dan SMA Alkautsar memboyong piala satu pada ajang  Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat provinsi Lampung. Dengan prestasi itu, otomatis, tim dari SD, SMP dan SMA ini melaju ke tingkat nasional mewakili Lampung pada Agustus, di Bekasi, Jawa Tengah.
 
Guru PAI SMA Alkautsar Mokhamad Abadi mengatakan tangkai lomba yang dimenangkan tim SMA adalah lomba debat PAI. Tim debat yang terdiri dari Salsabila Ayomi, Gladdays Naurah dan Yolanda Permata Yanra akan melaju ke Pentas PAI tingkat nasional di Bekasi.
 

“Sebenarnya banyak tangkai lomba lain yang bisa diikuti seperti nasyid, tahfizh, dan nasyid, SMA Alkautsar punya potensi itu. Namun, kami baru kali ini mengikuti ajang ini sehingga kemarin hanya mengikuti satu tangkai lomba,” kata Mokhamad, Senin (22/6).
 
Sementara itu, salah satu peserta debat Salsabila Ayomi mengatakan untuk persiapan laga di tingkat nasional dia harus memperkuat dalil-dalil, hapalan ayat dan hadist sesuai tema yang diberikan panitia.
 
“Ada tiga belas tema yang diberikan panitia, jadi kami harus searching di internet dan buka-buka alquran serta buku hadist untuk memperdalam wawasan serta memperkuat argumen pada debat nanti,” kata Salsabila.
 
Sementara itu, SMP Alkautsar berhasil mewakili Lampung di tingkat nasional pada tangkai lomba cepat tepat (LCT) PAI. Tim LCT yang nanti akan bertarung di Bekasi, yaitu Raihan Adhiyatma Attala, M Taufiqurrohman, dan Devan Enriko.
 
Guru PAI SMP Alkautsar Nurhayati mengatakan untuk persiapan ke tingkat nasional ini, pembinaan oleh guru PAI lebih ditingkatkan. Beberapa materi yang akan diuji dalam LCT PAI yakni tentang isi dan kandungan alquran, fiqih, akidah/akhlak, sejarah kebudayaan Islam, serta pengetahuan umum. “Nanti juga akan ada pembinaan dan karantina dari pihak Kemenag provinsi Lampung,” ujar Nurhayati.
 
Sedangkan, dua siswa SD Alkautsar yang lolos ke Pentas PAI nasional pada tangkai lomba hapalan quran (hafizh) yaitu Bagas Fajriantoro (kategori hafizh putra), dan Arahma Emilia Putri (kategori hafizh putri).  “Kami mengikutkan anak kami ke program tahfizh camp Miftahul Jannag untuk memperkuat hapalannya,” kata Rosita Sihombing, orangtua Bagas Fajriantoro.
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *