Siswa SMP Al Kautsar, Rahma Nur Jannati lolos dengan nilai tertinggi di OSN Tingkat Provinsi Lampung dan mewakili Lampung pada ajang OSN Tingkat Nasional yang akan digelar pada 1—7 Juli 2018 di Padang, Sumatera Barat.

Kepala SMP Al Kautsar, Sri Purwaningsih mengatakan ada 8 siswa yang mewakili Lampung di ajang OSN Tingkat Nasional, yaitu 3 untuk mata pelajaran Matematika, 3 Mata Pelajaran IPS, dan 2 siswa untuk mata pelajaran IPA. “Alhamdulillah, salah satu siswa kita lolos ke tingkat nasional, dan kita berharap Rahma bisa membawa pulang medali emas,” ujar Sri Purwaningsih, kemarin (24/05/2018).

Dia mengaku optimis dengan perolehan target emas karena Rahma sudah beberapa kali memenangkan medali di lomba saint baik tingkat nasional dan internasional. Terbaru, Rahma berhasil meraih medali perak pada ajang VANDA International Scient Competition Region Lampung yang diselenggarakan oleh Singapura.

Siang itu, Rahma tampak semangat berlatih soal dibawah bimbingan tutor profesional yang sudah beberapa kali membimbing para juara olimpiade. Menurut Rahma, soal-soal OSN di tingkat Provinsi kemarin dapat dia jawab dengan baik, tapi dia mengaku masih ada soal-soal yang belum mampu dia pecahkan.

“Kalau soal-soalnya ada yang mudah, tapi juga ada yang sulit, kalau materi paham, tapi tantangan lebih cara memecahkan soalnya. Nah, lewat bimbingan sekarang ini berusaha untuk mencari jawaban bentuk-bentuk soal yang seperti itu, termasuk melatih lagi semua materi IPA,” ujar Rahma yang sudah mulai mengikuti bimbingan intensif sejak Senin (21/05/2018).

Menurut Rahma, untuk persiapan OSN Tingkat Nasional, dia tidak hanya berlatih soal-soal tertulis, tapi nanti juga akan ada bimbingan praktikum. “Karena di OSN nasional nanti ada ujian prakteknya,” kata dia.

Koordinator Tim Pembina Olimpiade SMP Al Kautsar, Yudistiro juga mengaku optimis Rahma mampu meraih medali emas di ajang OSN mendatang. “Ya, kami optimis karena semua mendukung, siswanya memiliki potensi, sekolah dan yayasan mendukung, termasuk orangtuanya juga mendukung penuh baik moril maupun materil,” ujar guru IPA tersebut.

Selain mengikuti bimbingan dan latihan soal yang dikoordinir pihak sekolah, di rumah, orangtua Rahma juga mengundang tutor lembaga kursus untuk membimbing anaknya. “Inilah yang membuat saya optimis bisa meraih medali emas karena semua faktor mendukung, semoga harapan ini terwujud,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *