Siswa SMA Al Kautsar, Hafidz Anazly terpilih menjadi duta pemuda Indonesia untuk New Zealand. Siswa kelas XII IPA I ini lolos dalam program Zetizen National Challenge bersama 33 pemuda Indonesia lainnya yang akan diberangkatkan ke New Zealand pada 25 November mendatang.
“Saya kan awalnya merupakan duta lingkungan tingkat nasional, jadi di New Zealand nanti saya fokus pada isu-isu dan kegiatan lingkungan,” ujar Hafidz, kemarin (3/10). Dia akan tinggal dan belajar tentang ilmu lingkungan di New Zealand selama dua minggu.
Hafidz menjelaskan, pada kegiatan Zetizen Summit 2017 di Surabaya pada 25—29 September lalu, ada sekitar 170 siswa perwakilan dari 34 provinsi. Masing-masing provinsi mengirimkan lima pemuda terbaiknya. “Setelah melalui seleksi, maka dipilihlah 34 pemuda Indonesia yang akan belajar di New Zealand selama dua minggu,” tuturnya.
 
Menurut Hafidz, dia terpilih menjadi duta lingkungan untuk New Zealand karena memiliki program positif di bidang lingkungan dengan membentuk Green Generation Bandar Lampung. Komunitas ini beranggotakan pelajar SMP dan SMA yang saat ini sudah mencapai 120 peserta.
 
“Komunitas ini saya dirikan sepulang dari Jambore Lingkungan di Kalimantan sebulan lalu, kegiatan kami mulai dari pengajaran, pencegahan kerusakan lingkungan, pelestarian lingkungan, dan pengolahan sampah,” katanya. Sumbangan positif untuk pemerintah daerah dan masyarakat inilah yang mengantarkan Hafidz terpilih sebagai salah satu duta Indonesia untuk New Zealand.
 
Hafiz memaparkan, 34 pemuda Indonesia ini nantinya tidak hanya menjadi duta Indonesia di New Zealand, tapi sekaligus menjadi duta New Zealand di Indonesia. Ke depan, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kedutaan New Zealand akan berkoordinasi dengan para 34 pemuda ini. “Kalau untuk kegiatan-kegiatan di Provinsi Lampung, nanti kedutaan akan berhubungan dengan aku,” ujarnya.
 
Untuk persiapan selama di New Zealand nanti, Hafidz mengaku mulai memperkaya pengetahuan dan wawasannya tentang seni dan budaya Lampung. Sebagai pemuda Lampung, dia memiliki tugas memperkenalkan Lampung ke dunia internasional. “Saya menggali banyak hal tentang Lampung, tentang adat, budaya, termasuk kain khas Lampung. Kemarin saya bawa tapis ke Surabaya, dan masyarakat disana sangat excited, apalagi kalau dibawa ke manca negara,” tuturnya.
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *