Ratusan siswa SMP dan SMA Al Kautsar melakukan nonton bareng film Gerakan 30 September PKI (Nobar G30/S PKI), Selasa (3/10). Nonton bareng ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan pemutaran serentak film sejarah tentang penghianatan PKI tersebut.
Guru Sejarah SMA Al Kautsar, Ersontowi mengatakan kegiatan Nobar ini digelar untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa agar siswa mengetahui mengapa unsur komunis di larang di Indonesia. “Filmnya ditayangkan full, tidak ada yang disensor karena siswa yang menonton sudah diusia SMP dan SMA serta didampingi guru. Usai menonton juga dilakukan diskusi,” ujarnya, kemarin.
Kegiatan ini sekaligus menyingkronkan materi pelajaran sejarah tentang G 30/S PKI dengan situasi dan kondisi yang terjadi melalui penayangan film. Menurut dia, siswa SMP dan SMA tetap mendapatkan pelajaran sejarah tentang penghiatan G 30/S PKI, hanya filmnya yang sudah ditiadakan oleh pemerintah. “Tapi, kami di Al Kautsar, sejak saya menjadi guru sejarah pada 1999, kami konsisten memutarkan film G 30/S PKI ini. Sejarah kelam bangsa Indonesia ini menjadi bagian pembelajaran sejarah tentang bahaya laten komunis dan liberalis,” ujarnya.
Menanggapi pro kotra film G 30/S PKI yang dinilai mengandung unsur rekayasa, Ersontowi menegaskan g 30/S PKI adalah peristiwa sejarah yang tidak bisa direkayasa. Peristiwa sejarah ini benar-benar terjadi, dirasakan, dan dibuktikan berdasarkan saksi-saksi dan dokumen-dokumen. “Kalau sekarang ada yang mengatakan bahwa tidak ada kekerasan atau penyiksaan dalam peristiwa G 30/S PKI, kita bisa menarik data dari sumber-sumber akurat, ada data-data dari pusat kesejarahan, saksi-saksi baik dari keluarga, korban, ataupun masyarakat yang terlibat dalam penumpasan PKI,” kata Ersantowi.
Dia berharap, pemerintah menjadikan sejarah G 30/S PKI sebagai peristiwa kelam bangsa Indonesia sebagai pembelajaran yang terus ditransfer kepada generasi muda agar tidak terjadi lagi peristiwa yang sama. “Sebagai proses pembelajaran dengan dimensi masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang. Maka, masa lalu dijadikan pembelajaran  agar tidak terjadi peristiwa serupa baik yang mengandung unsur SARA, Agama, lebih-lebih masalah politik,” tuturnya.
FOTO : Siswa SMA Al Kautsar nonton bareng film G 30/S PKI di kelas masing-masing yang digelar serentak, Selasa (3/10). Pelaksanaan Nobar Flm G 30/S PKI ini untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan bahaya laten komunis dan liberalis kepada generasi muda.
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *