SD Al Kautsar dinobatkan sebagai The Best Performent dalam Lomba UKS Tingkat Nasional. Pengumuman pemenang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (18/8). Kepala SD Al Kautsar, Yus Indra mengatakan sangat bersyukur, SD Al Kautsar berhasil meraih nilai tertinggi dalam Lomba UKS tingkat nasional dan dinobatkan sebagai juara I Lomba UKS Kategori Perkotaan.

“Bersyukur kepada Allah, alhamdulillah dapat juara. Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa yang sudah menerapkan pola hidup sehat dan bersih di sekolah, para guru yang telah mendidik dan menanamkan karakter dan prilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa,” ujar Yus Indra, saat dihubungi melalui telpon kemarin. Yus  Indra mewakili SD Al Kautsar menerima hadiah dan piala Lomba UKS Tingkat Nasional di Jakarta.
Yus Indra juga mengucapkan terimakasih kepada yayasan Al Kautsar yang telah memberikan dukungan penuh pelaksanaan UKS di sekolah, pihak kecamatan, puskesmas Rajabasa, serta pemerintah daerah dan provinsi Lampung yang ikut mendukung pelaksanaan UKS di SD Al Kautsar. “Saya berharap ke depan SD Al Kautsar menjadi sekolah model di Provinsi Lampung sebagai sekolah sehat,” tuturnya.
Sebelumnya, SD Al Kautsar telah melalui tahapan lomba tingkat kota dan provinsi Lampung dan berhasil meraih juara I mewakili Lampung di tingkat nasional. Pada penilaian Lomba UKS tingkat nasional, Rabu , 26 April lalu,  tim UKS SD Al Kautsar akan menampilkan parade prestasi enam program unggulan yaitu bidang kerohanian, dokter cilik, polisi kebersihan, keolahragaan, seni budaya, dan partisipasi pihak ketiga. Juga ditampilkan kreativitas siswa di bidang membatik dari Sanggar Batik, melukis dari Sanggar Lukis, dan Kaligrafi.
Salah satu program kerja unggulan UKS SD Al Kautsar adalah polisi kebersihan yang berjumlah sekitar 180 siswa atau 10%  dari total siswa SD Al Kautsar. Wakil Bidang Kesiswaan SD Al Kautsar Sugeng Priyono mengatakan polisi kebersihan ini bertugas memberikan penyuluhan tentang kebersihan kepada teman-teman sebayanya, selain itu juga menindak atau memberi sanksi bagi siswa atau warga sekolah yang melakukan pelanggaran. “Itu ada aturannya, misalnya membuang sampah tidak pada tempat sampah akan disanksi hapalan ayat tertentu atau membaca Alquran,” kata Sugeng.
Dia mempaparkan, secara prosedur, polisi kebersihan akan mengeluarkan kartu pelanggaran untuk siswa tersebut dan memberikannya kepada wali kelas. Selanjutnya, wali kelas yang memanggil siswa yang melakukan pelanggaran dan memberikan sanksi berupa hapalan ayat Alquran.
Hal lain yang menjadi unggulan, kata Sugeng adalah kegiatan membatik yang sudah beberapa tahun ini menjadi ekstrakurikuler di SD Al Kautsar. Bahkan, karya batik siswa SD Al Kautsar sudah pernah meraih juara nasional di ajang FLS2N. “Juga ada dokter cilik yang juga sudah pernah meraih prestasi nasional, ya kami berharap persiapan yang sudah maksimal dari 21 pokja memberikan hasil terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
UKS SD Al Kautsar juga menjalin kerjasama berkelanjutan dengan Puskemas Rajabasa Indah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia Provinsi Lampung, Kemendikbud melalui Program Pendidikan Keluarga, serta Program Nestle Healthy Kids yang bekerjasama dengan PT Nestle. “Melalui kerjasama PT Nestle ini siswa mendapatkan wawasan tentang nutrisi, serta pemanfaatan sampah menjadi barang berguna seperti tas, hiasan, dan lainnya,” kata dia.
Sementara itu, tim juri yang terdiri dari Kementrian Kesehatan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Agama akan turun ke SD Al Kautsar serta berkeliling melihat penerapakan prilaku hidup bersih dan sehat warga sekolah. Salah satu tim juri, Agus Supriyanto mengatakan penilaian bersifat rahasia. Namun, dia memaparkan tiga hal yang akan dinilai secara umum adalah best performance yang menekankan pada penilaian kinerja.
“Ini khusus untuk sekolah di perkotaan, kami melihat bobot kinerjanya, sedangkan untuk sekolah di daerah atau pedesaan lebih kepada best achievement dengan melihat upaya-upaya sekolah tersebut mewujudkan kebersihan dan kesehatan di sekolah,” kata Agus. Sedangkan kriteria ketiga adalah best of behavior yang menekankan penilian kepada prilaku siswa, guru, staf serta warga sekolah lainnya.

FOTO
1. Tim juri nasional sedang meninjau lingkungan SD Al KAutsar saat penilaian Lomba UKS Tingkat NAsional didampingi tim dokter cilik SD Al Kautsar, saat penilaian April lalu.
2. Salah satu tim juri Lomba UKS Tingkat Nasional menerima suvenir lukisan batik dari siswa SD Al KAutsar sebagai suvenir saat proses penilaian Lomba UKS tingkat nasional, April lalu.
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *