Sanlat Al Kautsar Tanamkan Religiusitas Siswa

Pesantren Kilat Ramadhan SMA Al Kautsar yang digelar selama tiga hari, 31 Mei hingga 21 Juni menanamkan religiusitas Islam dan akhlakul karimah kepada para siswa. Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso mengatakan Sanlat Ramadhan ini tidak hanya memberikan materi tentang keIslaman seperti Fiqih, sirah Rasulullah dan Sahabat, hapalan doa dan surat Alquran, tapi juga menanamkan dan membiasakan prilaku baik dan Islami.

“Jadi, saya harapkan kepada semua siswa sungguh-sungguh menjalani semua kegiatan di Pesantren Kilat Ramadhan ini, lakukan shalat jamaah tepat waktu, shalat dhuha, dan shalat malamnya,” ujar Wagiso saat membuka Pesantren Kilat Ramadhan, Kamis (31/05/2018).

Wagiso memaparkan, tantangan di era globalisasi lebih berat, Kemajuan tekhnologi informasi berdampak kepada akses informasi yang tak berbatas sehingga akulturasi budaya terjadi sangat cepat.  “Jika pondasi agama kita tidak kuat, terutama yang anak-anak muda seperti kalian ini akan mudah terpengaruh dengan budaya negatif dari luar. Untuk itu, kalian harus memperkuat pondasi agama, pelajari dan pahami nilai-nilai Agama sehingga kalian mampu memfilter mana yang baik dan yang buruk,” tutur Wagiso.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Sanlat Ramadhan SMA Al Kautsar, Burmawi mengatakan kegiatan Sanlat ini diikuti oleh 341 siswa kelas X dengan melibatkan 12 Ustad dari Pondek Pesantren di Bandar Lampung untuk menjadi tutor selama Sanlat.

Dia menjelaskan, beberapa materi yang disampaikan selama Sanlat, antara lain hakekat penciptaan manusia, meneladani kehidupan sahabat Abdurrahman Bin Auf dan Kholid Bin Walid (Shiroh), praktik doa setelah shalat wajib, menjauhi syirik. Lalu,  berbakti kepada orangtua, dosa meninggalkan shalat, prilaku berbakti kepada orang tua dan guru serta kisah sahabat yang terkait,  hikmah puasa ramadhan dari berbagai aspek, dan lainnya.

“Diakhir kegiatan, para siswa akan dievaluasi menggunakan tes terulis, praktik, bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat,” kata Burmawi.

Usai pembukaan, para peserta Sanlat Ramadhan mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Edison tentang pemimpin yang baik dalam Islam. Edison mengatakan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang benar, sabar dan ikhlas.

“Memilih pemimpin tidak cukup hanya dari pintarnya saja, tapi pilihlah pemimpin yang benar sehingga ketika menghadapi suatu masalah besar, pemimpin itu mampu mengetuk pintu langit dan mengundang pertolongan Allah Subhanawata’ala,” ujar Ustad Edison.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *