03Okt/17

Siswa SMA Al Kautsar Jadi Duta Lingkungan di New Zealand

Siswa SMA Al Kautsar, Hafidz Anazly terpilih menjadi duta pemuda Indonesia untuk New Zealand. Siswa kelas XII IPA I ini lolos dalam program Zetizen National Challenge bersama 33 pemuda Indonesia lainnya yang akan diberangkatkan ke New Zealand pada 25 November mendatang.
“Saya kan awalnya merupakan duta lingkungan tingkat nasional, jadi di New Zealand nanti saya fokus pada isu-isu dan kegiatan lingkungan,” ujar Hafidz, kemarin (3/10). Dia akan tinggal dan belajar tentang ilmu lingkungan di New Zealand selama dua minggu.
Hafidz menjelaskan, pada kegiatan Zetizen Summit 2017 di Surabaya pada 25—29 September lalu, ada sekitar 170 siswa perwakilan dari 34 provinsi. Masing-masing provinsi mengirimkan lima pemuda terbaiknya. “Setelah melalui seleksi, maka dipilihlah 34 pemuda Indonesia yang akan belajar di New Zealand selama dua minggu,” tuturnya.
 
Menurut Hafidz, dia terpilih menjadi duta lingkungan untuk New Zealand karena memiliki program positif di bidang lingkungan dengan membentuk Green Generation Bandar Lampung. Komunitas ini beranggotakan pelajar SMP dan SMA yang saat ini sudah mencapai 120 peserta.
 
“Komunitas ini saya dirikan sepulang dari Jambore Lingkungan di Kalimantan sebulan lalu, kegiatan kami mulai dari pengajaran, pencegahan kerusakan lingkungan, pelestarian lingkungan, dan pengolahan sampah,” katanya. Sumbangan positif untuk pemerintah daerah dan masyarakat inilah yang mengantarkan Hafidz terpilih sebagai salah satu duta Indonesia untuk New Zealand.
 
Hafiz memaparkan, 34 pemuda Indonesia ini nantinya tidak hanya menjadi duta Indonesia di New Zealand, tapi sekaligus menjadi duta New Zealand di Indonesia. Ke depan, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kedutaan New Zealand akan berkoordinasi dengan para 34 pemuda ini. “Kalau untuk kegiatan-kegiatan di Provinsi Lampung, nanti kedutaan akan berhubungan dengan aku,” ujarnya.
 
Untuk persiapan selama di New Zealand nanti, Hafidz mengaku mulai memperkaya pengetahuan dan wawasannya tentang seni dan budaya Lampung. Sebagai pemuda Lampung, dia memiliki tugas memperkenalkan Lampung ke dunia internasional. “Saya menggali banyak hal tentang Lampung, tentang adat, budaya, termasuk kain khas Lampung. Kemarin saya bawa tapis ke Surabaya, dan masyarakat disana sangat excited, apalagi kalau dibawa ke manca negara,” tuturnya.
03Okt/17

Siswa Al Kautsar Nobar G 30/S PKI

Ratusan siswa SMP dan SMA Al Kautsar melakukan nonton bareng film Gerakan 30 September PKI (Nobar G30/S PKI), Selasa (3/10). Nonton bareng ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan pemutaran serentak film sejarah tentang penghianatan PKI tersebut.
Guru Sejarah SMA Al Kautsar, Ersontowi mengatakan kegiatan Nobar ini digelar untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa agar siswa mengetahui mengapa unsur komunis di larang di Indonesia. “Filmnya ditayangkan full, tidak ada yang disensor karena siswa yang menonton sudah diusia SMP dan SMA serta didampingi guru. Usai menonton juga dilakukan diskusi,” ujarnya, kemarin.
Kegiatan ini sekaligus menyingkronkan materi pelajaran sejarah tentang G 30/S PKI dengan situasi dan kondisi yang terjadi melalui penayangan film. Menurut dia, siswa SMP dan SMA tetap mendapatkan pelajaran sejarah tentang penghiatan G 30/S PKI, hanya filmnya yang sudah ditiadakan oleh pemerintah. “Tapi, kami di Al Kautsar, sejak saya menjadi guru sejarah pada 1999, kami konsisten memutarkan film G 30/S PKI ini. Sejarah kelam bangsa Indonesia ini menjadi bagian pembelajaran sejarah tentang bahaya laten komunis dan liberalis,” ujarnya.
Menanggapi pro kotra film G 30/S PKI yang dinilai mengandung unsur rekayasa, Ersontowi menegaskan g 30/S PKI adalah peristiwa sejarah yang tidak bisa direkayasa. Peristiwa sejarah ini benar-benar terjadi, dirasakan, dan dibuktikan berdasarkan saksi-saksi dan dokumen-dokumen. “Kalau sekarang ada yang mengatakan bahwa tidak ada kekerasan atau penyiksaan dalam peristiwa G 30/S PKI, kita bisa menarik data dari sumber-sumber akurat, ada data-data dari pusat kesejarahan, saksi-saksi baik dari keluarga, korban, ataupun masyarakat yang terlibat dalam penumpasan PKI,” kata Ersantowi.
Dia berharap, pemerintah menjadikan sejarah G 30/S PKI sebagai peristiwa kelam bangsa Indonesia sebagai pembelajaran yang terus ditransfer kepada generasi muda agar tidak terjadi lagi peristiwa yang sama. “Sebagai proses pembelajaran dengan dimensi masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang. Maka, masa lalu dijadikan pembelajaran  agar tidak terjadi peristiwa serupa baik yang mengandung unsur SARA, Agama, lebih-lebih masalah politik,” tuturnya.
FOTO : Siswa SMA Al Kautsar nonton bareng film G 30/S PKI di kelas masing-masing yang digelar serentak, Selasa (3/10). Pelaksanaan Nobar Flm G 30/S PKI ini untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan bahaya laten komunis dan liberalis kepada generasi muda.
20Sep/17

SMA Al Kautsar Jawara LCT Unila

Tim SMA Al Kautsar berhasil meraih juara I Lomba Cepat Tepat MIPA Universitas Lampung (LCT MIPA Unila), Senin (18/8), di Gedung MIPA FKIP Unila. Tim SMA Al Kautsar yang berhasil menjadi jawara pada ajang tingkat provinsi ini adalah Fathiya Khairiya, M. Irfan Wicaksono dan Anisa Ayu dari kelas XII IPA.
Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengatakan sangat bersyukur dengan prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya.

Continue reading

12Sep/17

Empat Minggu Menggali Ilmu dan Pengalaman di Amerika

Siswa SMA Al Kautsar, Fathiya terpilih sebagai salah satu pelajar asal Lampung untuk mengikuti Program IYLP (Indonesia Youth Leadership Program) di Amerika Serikat, 7 Agustus—2 September. Fathiya yang baru saja pulang dari Amerika Serikat mengatakan, selama empat minggu di Amerika, dia bersama 18 peserta IYLP lainnya menggali ilmu dan pengetahuan tentang proyek-proyek sosial kemasyarakatan, seni budaya, dan lingkungan yang ada disana.

Continue reading

05Sep/17

Al Kautsar Latih Siswa Berbagi Lewat Kurban

YAYASAN Al Kautsar memotong 4 sapi dan 6 kambing kurban pada Senin (4/9), di lapangan Perguruan Al Kautsar. Kegiatan pemotongan hewan kurban ini melibatkan sekitar 90 panitia yang terdiri dari 30 pengurus OSIS, pewakilan guru dari semua unit  (SD,SMP, dan SMA) serta pengurus yayasan Al Kautsar.
Kegiatan kurban dibuka oleh Ketua Yayasan Al Kautsar Wagiso disaksikan oleh pengawas yayasan dan panitia kurban. Wagiso mengatakan program berkurban ini merupakan kegiatan rutin tahuan di Al Kautsar setiap Hari Raya Idul Adha. “Yang berkurban tidak hanya guru, karyawan atau orang tua, tapi kami juga melatih siswa untuk belajar berkurban dan berbagi dengan sesama,” ujar Wagiso. Melalui pembelajaran berkurban ini, para siswa mengetahui sejarah dan syiar kurban dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim yang menaati perintah Allah untuk mengurbankan anaknya, Nabi Ismail.

Continue reading