Sebanyak 294 siswa kelas XII SMA Al Kautsar mengikuti simulasi nasional Ujian Nasional Berbasiswa Komputer (UNBK) yang dilaksanakan serentak, Senin—Selasa (20—21/2). Simulasi UNBK dilaksanakan tiga sesi dengan menggunakan tiga laboratorium komputer.

“Setiap sesi ada 99 siswa yang ikut, sesi pertama mulai pukul 7.30—9.30, dilanjutkan sesi berikutnya masing-masing dua jam, diselingi jam istirahat siang. Jadi, sesi terakhir selesai pada pukul 15.30,” kata Waka Kurikulum SMA Al Kautsar Mesiyanto saat ditemui di laboratorium komputer I, kemarin.
Dia menjelaskan, selama dua hari pelaksanaan simulasi UNBK tidak ditemukan kendala berarti. Menurut dia, sempat terjadi keterlambatan login di laboratorium III selama 15 menit karena login dilaksanakan secara serentak. “Kami mengantisipasinya dengan meminta siswa untuk melakukan login per banjar, akhirnya dalam waktu 15 menit sudah bisa login semua,” tuturnya.
Bahkan, kejadian mati listrik selama tujuh menit pada hari pertama juga tidak mengganggu pelaksanaan simulasi karena seluruh peserta menggunakan laptop. Selain itu pihak sekolah juga sudah menyediakan genset kapasitas besar. “Untuk server juga aman karena ada UPS,” ujar Mesiyanto.
Sementara itu, salah satu siswa SMA Al Kautsar yang mengikuti simulasi UNBK, Syifa mengatakan ujian menggunakan komputer lebih efektif dan mudah. “Milih jawabannya lebih enak, tinggal pencet, kalau dulu kan harus ngitamin bulatan di kertas, kadang takut ketipisin atau ketebalan,” tuturnya.
Hal yang sama diungkapkan Praja Cahya Kesuma. Menurutnya, ujian berbasis komputer lebih efektif dibandingkan dengan ujian berbasis kertas dan pensil. “Ya, kalau dulu kan kayaknya ribet banget ya, apalagi kalau kelupaan bawa pensil, peruncing, pengapus, aduh harus beli dulu. Kalau UNBK nggak perlu bawa apa-apa, secara teknis lebih mudah,” katanya.
Namun, Praja mengaku sempat mengalami terputus dari jaringan LAN karena kabelnya ada yang kesenggol. “Sempat kaget sih tadi, tiba-tiba log out karena ada kabel yang kesenggol, tapi saat login itu tidak mempengaruhi jawaban yang sudah saya isi,” kata dia.
Tahun ini, merupakan perdana SMA Al Kautsar menyelenggarakan UNBK. Pihak sekolah tidak hanya menyediakan perangkat server, komputer, dan jaringan, tapi juga memiliki tiga proktor yang merupakan sarjana komputer yaitu Guntur, Ari, dan Lukman.
Pihak sekolah juga sudah melaksanakan Program Persiapan Ujian Nasional (P2UN) sejak minggu ketiga Januari. P2UN melibatkan para guru mata pelajaran untuk memperkuat penguasaan materi pelajaran yang diujikan di UN kepada para siswa.
SERIUS. Puluhan siswa SMA Al Kautsar sesi kedua simulasi UNBK di laboratorium komputer sekolah setempat, Selasa (21/2), serius mengerjakan soal Bahasa Inggris.
Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *