Sebanyak 70 guru SMA Al Kautsar mengikuti pelatihan Asesmen Nasional (AN) yang akan menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) mulai Maret 2021 mendatang.

Sosialisasi AN ini menjadi salah satu materi dalam kegiatan Workshop Persiapan Pembelajaran Semester Genap SMA Al Kautsar yang digelar pada Selasa (22/12/2020) dan Rabu (23/12/2020). Workshop dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso.

Pihak panitia menghadirkan pemateri Pengawas Pendidikan Provinsi Lampung, Yusuf, M.Pd yang menyampaikan Sosialisasi Asesmen Nasional.

Lalu, Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair menyampaikan materi Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Dalam paparannya, Yusuf menjelaskan, asesmen nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah.

“Mutu diukur menggunakan tiga instrumen yaitu asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar,” ujar Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan, asesmen kompetensi minimum mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Lalu, survei karakter mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non￾kognitif. Dan, survei lingkungan belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Menurut Yusuf, hasil asesmen nasional ini nantinya tidak digunakan untuk menilai prestasi
murid ataupun kinerja guru dan
sekolah. Laporan hasil asesmen nasional akan diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk melakukan evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran.

“Sebab itu, baik murid, orangtua, guru, dan sekolah tidak perlu cemas dan tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapi asesmen nasional,” tutur Yusuf.

Sementara itu, Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair mengatakan, sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 diperbolehkan oleh pemerintah.

Namun, sekolah yang ingin menyelenggarakan pembelajaran tatap muka harus memenuhi persyaratan, diantaranya mendapat izin dari pemda, mendapat persetujuan dari komite sekolah dan orangtua/wali murid.

“Jika mendapatkan semua izin dan persetujuan serta memenuhi semua daftar periksa, maka pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap,” kata Eko.

Daftar periksa yang harus dipenuhi oleh sekolah yang ingin menyelenggarakan pembelajaran tatap muka adalah :

1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan
■ Toilet bersih dan layak
■ Sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer
■ Disinfektan

2. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

3. Kesiapan menerapkan wajib masker.

4. Memiliki thermogun.

5. Memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang:
■ Memiliki comorbid tidak terkontrol
■ Tidak memiliki akses transportasi yang aman
■ Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan
tingkat risiko COVID-19 yang tinggi atau riwayat
kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

6. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/ perwakilan orang tua/wali.