Dua siswa Al Kautsar berhasil menyumbang dua medali emas untuk Provinsi Lampung pada ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat nasional.

Para pemenang KSN jenjang SMA/MA ini resmi diumumkan oleh Pusat Prestasi Nasional pada Malam Apresiasi dan Pengumuman Pemenang KSN yang digelar secara virtual, Jumat malam (16/10/2020).

Tahun ini, Jawa Timur menjadi juara umum KSM SMA 2020, sedangkan Provinsi Lampung berada di posisi 9 tingkat nasional dengan perolehan 7 medali yaitu 2 medali emas, dan 5 medali perunggu.

Dengan rincian, 2 medali emas bidang Astronomi dan Kimia (SMA Al Kautsar), 2 medali perunggu bidang Matematika dan Fisika (SMA Fransiskus), 1 medali perunggu bidang Fisika (SMAN 2 Bandar Lampung), 1 medali perunggu bidang Kimia (SMAN 1 Metro), 1 medali perunggu bidang Kebumian (MAN IC Lampung Timur).

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga sekali, dua medali emas yang diperoleh Provinsi Lampung, dua-duanya disumbangkan oleh siswa SMA Al Kautsar, dan ini emas pertama yang berhasil diraih sejak SMA Al Kautsar mengikuti OSN/KSN,” ujar Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair, Sabtu (17/10/2020).

Dua siswa SMA Al Kautsar yang berhasil meraih medali emas adalah Arkan Faruqi Narawangsa meraih medali emas bidang Kimia, dan Muhammad Sultan Hafiz meraih emas untuk bidang Astronomi.

Kabid Pendidikan Yayasan Al Kautsar, Rizal Effendi juga mengapresiasi prestasi kedua siswa SMA Al Kautsar ini.

“Alhamdulillah, kami ikut bangga, yayasan Al Kautsar memang sangat komit dan mendukung penuh prestasi-prestasi siswa baik jenjang SD, SMP, hingga SMA, baik pendampingan dan pendanaan,” ujar Rizal.

Menurut dia, yayasan Al Kautsar menfasilitasi pendampingan tutor dari lembaga pelatihan olimpiade profesional untuk mendukung prestasi siswa di semua jenjang pendidikan, serta mensuppor akomodasi, transportasi, dan konsumsi menuju olimpiade ke tingkat nasional.

“Yayasan juga memberikan reward berupa uang tunai bagi siswa-siswa dan guru pembina berprestasi,” tuturnya.

Sementara itu, guru pembina olimpiade SMA Al Kautsar, Guntur menjelaskan, kegiatan KSN berlangsung selama 6 hari mulai 12–17 Oktober 2020.

Namun, untuk lomba KSN sendiri hanya tiga hari, yaitu 12–14 Oktober 2020.

“Ada beberapa rangkaian kegiatan, pembukaan, lomba, dan malam apresiasi serta pengumuman pemenang KSN,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, ada 9 bidang yang dilombakan di KSN yaitu Astronomi, Biologi,Ekonomi, Fisika, Geografi, Informatika Komputer, Kebumian, Kimia, dan Matematika. Dengan total peserta sebanyak 898 siswa dari seluruh provinsi di Indonesia.

Walau digelar secara online, ujar Guntur, tidak mengurangi substansi dan bobot soal olimpiade.

Bentuk soal KSN beragam sesuai bidangnya, misalnya full praktek untuk bidang komputer, full essay untuk Fisika dan Kimia.

“Untuk bidang Kebumian dan Astronomi soalnya berupa essay, praktikum/observasi, sedangkan Kimia dan Kebumian ada sesi wawancaranya juga,” kata Guntur.

Hasil KSN tahun 2020 ini akan menjadi pertimbangan dalam proses seleksi peserta didik yang akan dipersiapkan mewakili Indonesia pada ajang kompetisi sains internasional tahun 2021.

Diantaranya International Mathematical Olympiad (IMO) di Washington DC, Amerika Serikat, International Physics Olympiad (IPhO) di Belarusia, International Chemistry Olympiad (IChO) di Osaka, Jepang dan International Olympiad in Informatics (IOI) di Mesir.

Ada pula International Biology Olympiad (IBO) di Lisbon, Portugal, International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Ukraina, International Earth Science Olympiad (IESO) di Beijing, China, International Geography Olympiad (IGeO) di Bandung, Indonesia dan International Economics Olympiad (IEO) di Qatar.