SMA Al Kautsar menggelar pelatihan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi 60 guru mata pelajaran.

Peserta dibagi menjadi dua shif yaitu 30 peserta mengikuti pelatihan pada Senin (22/6/2020), dan 30 lainnya Selasa (23/6/2020).

Pelatihan dibuka oleh Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso melalui Google Meet.

Wagiso mengapresiasi pelatihan pembelajaran daring yang digelar SMA Al Kautsar ini.

Dia mengatakan disaat kondisi Covid-19 sekarang ini, mau tidak mau kita harus menguasai tekhnologi dalam pembelajaran daring.

“Pembalajaran daring ini tidak hanya memberikan tugas-tugas saja, tapi harus ada interaksi antara guru dan siswa,” ujar Wagiso.

Untuk itu, SMA Al Kautsar membuat sistem pembelajaran daring sendiri yang dirancang oleh tim IT Al Kautsar.

Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengatakan, pelatihan ini merupakan pemantapan pembelajaran daring.

“Dengan pelatihan ini, insya Allah saat tahun ajaran baru pada 13 Juli nanti, guru-guru sudah siap apakah pembelajaran akan dilakukan full daring, semi daring, atau full tatap muka, semua nanti tergantung perkembangan Covid-19 di Indonesia, ” ujar Eko Anzair.

Sementara itu, staf IT SMA Al Kautsar, Lukman Adicandra menjelaskan sistem daring menggunakan aplikasi Learning Management System (LMS).

Menurut Lukman, LMS merupakan aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan dalam jaringan dan program pembelajaran elektronik.

“Pada aplikasi ini nanti ada akses untuk admin, manajer atau kepala sekolah, guru dan siswa,” katanya.

Dia menjelaskan, aplikasi ini memiliki room yang dibuat sesuai kebutuhan setiap guru.

Guru dapat menggupload materi belajar baik berupa word office, pdf, power point, maupun video pembelajaran ke MLS.

Selanjutnya admin yang akan membagikan materi pembelajaran ke dalam room sesuai kelas dan tingkatan siswa.

Print Friendly, PDF & Email