Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona, diantaranya memperpanjang masa belajar dari rumah dan menghapus Ujian Nasional (UN) 2020 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Menyikapi hal ini, Kabid Pendidikan Yayasan Al Kautsar, Rizal Effendi mengatakan pihak Al Kautsar akan mengikuti semua kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Kami mengikuti kebijakan pemerintah, baik terkait perpanjang masa belajar dari rumah dan penghapusan UN bagi siswa SD, SMP, dan SMA, ” kata Rizal, Selasa (24/3/2020), dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Dengan perubahan kebijakan ini, lanjut Rizal, pihak Al Kautsar akan mereschedule (menjadwal ulang) penerimaan murid baru (PMB) kelas plus dan kelas reguler SMP dan SMA Al Kautsar.

“Untuk kelas unggul kemarin Alhamdulillah sudah selesai dilaksanakan, untuk PMB kelas plus dan reguler akan direschedule, ” tuturnya.

Sebelumnya, Walikota Bandar Lampung, Herman HN menyatakan memperpanjang masa belajar dari rumah hingga 12 April 2020 sebagai antisipasi penyebaran virus corona yang tengah melanda dunia.

Sementara, Mendikbud Nadiem Makarim bersama Komisi X DPR RI memutuskan menghapus pelaksanaan UN bagi SD, SMP dan SMA.

Mendikbud, Nadiem Makarim menjelaskan UN terlalu berisiko jika digelar di tengah pandemi Corona. UN yang dilaksanakan secara massal tidak hanya berbahaya bagi siswa, tapi juga keluarga siswa.

Menurut Nadiem kelulusan dapat ditentukan oleh peraturan sekolah masing-masing.

“Tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa di kelas. Ujian sekolah bisa diadministrasi lewat banyak opsi, misalnya ujian online atau angka 5 semester, itu ditentukan masing-masing sekolah, ” ujar Nadiem. ()