Atlit Wushu Al Kautsar berhasil menyabet 7 medali emas, 8 medali perak, dan 7 medali perunggu dalam dua event yang digelar bersamaan, yaitu Kejurnas WU-Games UI Depok dan Formi Nasional AKTI di Samarinda, Kalimantan Timur, 13-18 November 2019.

Kepala SD Al Kautsar, Yus Indra mengatakan sangat bangga dengan prestasi para atlitnya.

“Alhamdulillah, atlit wushu SD Al Kautsar cukup banyak yang meraih medali, ini sangat membanggakan, semoga ke depan bisa meraih prestasi di ajang internasional, ” kata Yus Indra, kemarin (19/11/2019).

Pengurus Sanggar Wushu Al Kautsar, Tri Sunah menjelaskan perolehan medali emas, perak dan perunggu diraih oleh atlit SD dan SMP Al Kautsar.

Tri Sunah memaparkan
Adapun perolehan medali di Wugames UI Depok adalah 2 emas yang diraih oleh Julian Naja Muhammad SD Al Kautsar (kelas 4 F) menggunakan jurus tangan kosong (empty hand) putra, dan Karina Putri Rahmawati (kelas 7 B) menggunakan jurus Bagua Zhang C putri.

Selanjutnya, 3 perunggu diraih oleh Julian Naja Muhammad (kelas 4 F) , Ratu Katya Isyata Rekha (kelas 6 A), dan Mulia Arsaletha Joma (kelas 7 C ).

Perolehan medali di Kejurnas Fornas AKTI Kaltim adalah 5 medali emas , 7 medali perak dan 4 medali perunggu.

Lima medali emas diraih oleh Amelia Rakha Ivasonya (kelas 4 B) yang menyumbang dua emas lewat jurus tangan kosong utara C putri, dan jurus senjata pendek C ( kipas). Lalu, Amanda Raina Adelia (kelas 4 B) pada jurus tangan kosong C putri, Arva Arrafi Lisandi (kelas 9 G) pada jurus Tangan kosong perguruan Kelompok 1 B putra, dan Gilang Saputra (kelas 7 i) pada jurus tangan kosong perguruan kelompok 2 B putra.

Selanjutnya, 8 perak diraih oleh Amelia Rakha Ivasonya, M Siddiqy Awfa, Amanda Raina Adelia (dua perunggu) ,Naura Khairunnisya Ahmad (2 perunggu), Arva Arrafi Lisandi, Gilang Saputra.

Sedangkan 3 medali perunggu di raih oleh Naura Khairunnisya Ahmad, Gilang Saputra, an Arva Arrafi Lisandi.

Sementara itu, pelatih wushu Sanggar Al Kautsar, Andi Hajar mengatakan pada ajang Kejurnas Fornas Kaltim diikuti oleh 34 provinsi di Indonesia, dan Lampung menduduki peringkat ke-7 di ajang wushu tingkat nasional ini.

“Kalau untuk latihan kita lakukan secara intensif setiap hari sekitar dua bulan menjelang lomba, ” ujar Andi yang juga atlit kungfu Naga Mas ini.

Menurut dia, latihan difokuskan kepada kesiapan fisik yang prima, serta mematang jurus-jurus yang akan ditabdingkan. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *