Siswa SMA Al Kautsar berhasil mendapatkan juara di tiga kategori yang dilombakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Lampung.

Rangkaian lomba dalam rangka Pekan Bahasa dan Sastra ini dilaksanakan mulai September-Oktober 2019. Diikuti oleh 16 tim yang merupakan perwakilan kabupaten/kota se Provinsi Lampung untuk masing-masing kategori lomba.

“Rangkaian lomba sudah dilaksanakan selama sebulan ini,” ujar guru pendamping, Septinah Welasih, kemarin (29/10/2019).

Lomba musikalisasi dilaksanakan perdana, 14 September 2019, kemudian lomba LCT Bahasa Indonesia pada 26 Oktober 2019, dan Lomba Debat Bahasa Indonesia pada 28 Oktober 2019.

Menurut dia, tim Al Kautsar berhasil meraih juara 1 Lomba Debat Bahasa Indonesia atas nama Aureyna Raihan Rachma, Firas Hazel Wavi, dan M Hanif Zulfi Abdillah.

Selanjutnya, meraih juara 2 lomba cepat tepat Bahasa Indonesia atas nama tim Adzkia Tiara Paraditha, Auliana Andjanie Yasa, dan Qurrota A’yun Azzahrah.

Serta meraih juara 2 pada kategori Lomba Musikalisasi Puisi atas nama Aisyah Syahrini, Andita Maharani Putri, Rangga Ridho Pratama, Shafwan Rino Saputra, dan Ilyasa Razzan Andhista.

“Alhamdulillah, siswa Al. Kautsar berhasil meraih juara pada semua kategori yang dilombakan untuk jenjang SMA, ” tuturnya.

Untuk persiapan debat bahasa Indonesia, ujar Septinah, dia bersama siswa membahas mosi (masalah) yang sudah disiapkan oleh panitia seminggu menjelang lomba.

“Ada sekitar 15 mosi yang kami pecahkan bersama, mencari argumen, dan mempertajam analisis untuk memperkuat argumen yang disampaikan anggota tim,” katanya.

Septinah membagi peran anggota tim debat, yaitu Audreyna berperan membangun argumen, lalu Firas Hazel mengembangkan argumen dan memperdalam analisis, serta M Hanif bertugas mengontruksi argumen.

“Di babak final, mosi diberikan secara dadakan, jadi semua peserta tidak ada yg tahu mosi apa yang akan diperdebatkan di babak final, ” ujarnya.

Menurut dia, mosi yang dibahas di final adalah tentang pemindahan ibukota Indonesia ke Kalimantan. Beruntung, tim Al Kautsar sudah pernah membahas masalah ini saat latihan di sekolah.

“Selain membedah mosi yang sudah ditentukan panitia, kami sempat membedah beberapa mosi terkait hal-hal baru dan hangat di pemerintahan, ” tuturnya. ()

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *