Siswa SMA Al Kautsar,  Muhamad Mufid Daifullah berhasil menyabet 4 medali di ajang Liga Airsoft pelajar Nasional, Di Hartono Trade Center, Sukoharjo Jawa Tengah.

Lomba yang dilaksanakan oleh Liga Airsoft Pelajar berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (26-28/07/ 2019). Diikuti oleh 200 pelajar dari 4 provinsi yaitu Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur,  dan Lampung.

Kepala SMA Al Kautsar,  Eko Anzair mengatakan di ajang tersebut,  Mufid  berhasil meraih Juara 1 Tactical Shot Divisi 1,  Juara 2 Tactical Sniper Divisi 1, Juara 3 Speed Shooting Divisi 1, dan Juara 2 Battle 3on3 Divisi 1.

“Alhamdulillah,  kami sangat senang,  siswa Al Kautsar berprestasi di tingkat nasional. Jadi,  siswa Al Kautsar t…
[13:53, 8/1/2019] Dody Wahyudi: 🙏🙏🙏👍👍👍
[18:52, 8/1/2019] Rinda Radar Baru: SD Al Kautsar Raih Juara I Lomba Dai Cilik FLaSh

Siswa SD Al Kautsar,  Anindya Keisha Kusuma berhasil meraih Juara I Lomba Dai Cilik di Ajang Festival Lampung Syariah (FLaSh)  yang digelar oleh Bank Indonesia (BI),  Rabu (31/8/2019).

Kepala SD Al Kautsar,  Yus Indra mengatakan senang dan bangga dengan prestasi yang diraih dai cilik SD Al Kautsar.

“Alhamdulillah siswa kami meraih juara I Lomba Dai Cilik di acara FLaSh BI. Ini merupakan salah satu prestasi dari ekskul Dai Cilik di SD Al Kautsar, ” ujarnya,  kemarin.

Sementara itu,  guru pendamping Nurmaliasary mengatakan pada Lomba Dai Cilik FLaSh ini,  pihak panitia mengundang 10 SD swasta terbaik di Bandar Lampung. Diantaranya,  SD Al Kautsar,  SD Az Zahra,  SD Lazuardi,  SD Al Azhar,  dan SD Lazuardi Haura.

“Panitia memilih 10 perwakilan dari SD ternama di Bandar Lampung,  Alhamdulillah siswa kami berhasil meraih juara I, ” kata Nurmaliasary.

Sesuai tema yang ditentukan panitia,  Dai Cilik SD Al Kautsar Anindya Keisha Kusuma memberikan kultum tentang Akhlatul Karimah.

Anindya yang menggenakan busana gamis bercorak tapis itu tampil memukau di atas panggung FLaSh di Mal Bumi Kedaton.

Menurut Nurmaliasary,  empat hari menjelang lomba,  pihaknya memberikan latihan secara insentif.

“Untuk kerangka materi,  saya rancang bersama siswa,  setelah itu dilengkapi oleh siswa. Materi harus dipahami dan dihapal,  jadi saat tampil tidak boleh membawa kertas, ” tuturnya.

Untuk melatih sikap percaya diri dan mental Anindya,  Nurmalia meminta Anindya berceramah di mushala sekolah di depan puluhan teman-temannya.

“Saat lomba,  kami juga membawa 20 supporter untuk menyemangati Anindya, ” katanya.

Atas prestasi yang diraih,  Anindya mendapat piala,  piagam,  serta uang pembinaan senilai Rp 1 juta.  ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *