Yayasan Al Kautsar menggelar Tarhib Ramadhan yang dihadiri oleh seluruh keluarga besar yayasan Al Kautsar,  di Masjid Kampus Al Kautsar,  Jumat (03/04/2019).

Mengundang Ustad Hafi Suyanto untuk menyampaikan ibadah-ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan.

Tarhib Ramadhan juga dihadiri oleh pembina,  pengawas, pengurus dan karyawan yayasan Al Kautsar. Tarhib Ramadhan dibuka dengan pembacaan surah Al Baqarah ayat 183-185 yang menjelaskan tentang perintah puasa,  syariat puasa,  ketentuan seputar puasa serta turunnya Al Quran sebagai petunjuk,  penjelas,  dan pembeda yang haq dan yang bathil.

Ketua Yayasan Al Kautsar,  Wagiso mengatakan Tarhib Ramadhan ini merupakan acara rutin tahunan untuk menyambut bulan Ramadhan.
“Kegiatan ini merupakan ungkapan syukur kita akan datangnya bulan Ramadhan. Ustad-ustad mengatakan kalau seseorang senang hatinya menyambut Ramadhan, maka akan dimasukkan ke surga Allah,” ujar Wagiso.

Wagiso berharap, seluruh keluarga besar yayasan Al Kautsar menyambut Ramadhan dengan pikiran yg jenih dan hati yg bersih.

Wagiso juga menjelaskan penelitian yang menyatakan semakin tinggi tingjat ketakwa seseorang, berpengaruh kepada peningkatan kinerjanya.

“Karena orang yang takwa itu ingin mendapatkan rezeki yang halal,  maka dia melaksanakan kewajibannya sebaik-baiknya agar rezeki yang dia dapatkan sesuai dengan haknya, jadi rezeki yang dia terima bersih,  halal,  dan berkah “tuturnya.

Secara pribadi, Wagiso juga meminta maaf kepada seluruh keluarga yayasan Al Kautsar yang hadir pada kegiatan tersebut. “Saya pribadi mohon maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja, ” kata dia.

Sementara itu,  Ustad Hafi Suyanto mengatakan puasa Ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin.

“Umat muslim harus senang dengan datangnya Ramadhan ini karena bulan ini didatangkan khusus untuk kaum muslim,” kata Ustad Hafi.

Ustad Hafi meminta jamaah mencontoh kesibukan para sahabat di bulan Ramadhan. Mengisi dengan ibadah,  perbanyak shalat sunah,  membaca Al Quran,  perbanyak sedekah,  dan amalan kebaikan lainnya.

“Kenapa harus lebih maksimal di bulan Ramadhan ini?  Karena umur kita semakin berkurang. Kalau sudah meninggal nanti,  tidak ada kesempatab untuk beramal lagi. Di akhirat nanti,  jangankan penduduk neraka, penduduk surga aja masih menyesalkan karena melewatkan kesempatan untuk berbuat kebaikan, ” tuturnya.  ()

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *