Melalui program Tahfizh Alquran yang mendatangkan 8 hafiz dan hafizah,  setiap harinya siswa SD Al Kautsar menyetorkan hapalan surah Alquran.

Salah satu guru tahfiz SD Al Kautsar,  Nurul Hanifah terlihat serius mendengarkan setoran hapalan surat dari siswa. Sesekali, dia membenarkan pelafalan dan tajwid yang salah.

“Siswa menyetorkan hapalan semampunya,  bagi yang sudah lancar bisa 2-3 surah dalam satu hari. Tapi,  bagi yang masih belum lancar bacannya qurannya,  kami pakai sistem talaqqi menghapal 1-2 ayat sehari, ” ujarnya,  kemarin (11/04/2019).

Menurut Nurul,  setiap guru tahfiz memegang 6 kelas. Dia sendiri bertanggungjawab terhadap hapalan siswa kelas 1G – 6G.

“Guru tahfiz yang lain dibagi di kelas 1A-1F,  2A-2F,  begitu semua sampai kelas 6, kalau saya khusus yang rombel G, “tuturnya.

Menurut Nurul, hapalan quran dilakukan per siswa, mulai pukul 8.00-14.00.  Di depan kelas terdapat satu meja dan bangku khusus bagi siswa yang menambah hapalan maupun menyetor hapalan qurannya.

“Setiap siswa melakukan hapalan sekitar 3 menit. Dalam satu hari bisa sekitar 40 siswa yang bisa saya layani, ” katanya. Diantara siswa-siswa tersebut,  lanjutnya,  sudah ada yang memilikk hapalan quran lebih dari satu juz.

Sebaeumnya, Ketua Yayasan Al Kautsar,  Wagiso menyampaikan mulai tahun ajaran 2019/2020 ini,  SD Al Kautsar memiliki program wajib hapalan quran atau Tahfiz Alquran.

“SD Al Kautsar akan mendatangkan 8 guru tahfiz untuk membina dan melatih hapalan seluruh siswa SD Al Kautsar, ditargetkan setelah lulus nanti,  siswa minimal hapal 2 juz Alquran, ” ujar Wagiso.

Menurut dia,  program baru hapalan quran ini sesuai dengan tuntutan masyarakat zaman sekarang yang menginginkan anak-anak mereka dekat dengan Alquran sejak dini.

“Cinta terhadap Alquran itu dimulai dari membacanya,  menghapal,  kemudian menerapkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari, ” ujar Wagiso. ()

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *