Pentas Seni SMA Al Kautsar, Rabu (16/1/2019) menampilkan berbagai tari kreasi daerah sebagai praktek kompetensi dasar pelajaran kesenian.

Pentas seni ini diisi oleh 9 kelompok siswa kelas XII. Para siswa tidak hanya diasah kemampuan dalam mengkreasikan seni tari daerah,  tapi juga memiliki kompetensi dalam me-menejemen sebuah pagelaran tari.

Guru Kesenian SMA Al Kautsar,  Martliendha Syahyana Putra mengatakan Pensi kali ini mengangkat tema  “Kearifan Lokal Budaya sebagai Jati Diri Bangsa”.

“Ini pertamakali SMA Al Kautsar melaksanakan Pentas Seni karena sesuai K-13, siswa harus memiliki kompetensi dasar dalam manajemen pagelaran dan kreasi seni daerah, ” tuturnya,  kemarin.

Para siswa ada yang membuat tari kreasi Nandak Ganjen yang merupakan tari khas Etnis Betawi. Penampilan yang tidak kalah seru berupa tari perjuangan daerah asal Papua. Tarian ini menggambarkan bahwa perjuangan tidak hanya saat berperang,  tapi juga saat mencari nafkah.

Salah satu kelompok siswa juga menampilkan tari Muli Menghanai yang merupakan kreasi dari tari bedana asal Lampung.

“Secara teori,  para siswa sudah mendapatkannya sejak semester I. Untuk persiapan praktek ini, guru hanya mengarahkan,  semuanya dirancang oleh siswa,  mulai dari konsep,  manajemen pagelaran dan kreasi gerakan tari, ” tuturnya.

Kegiatan Pensi ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *