Sebanyak 352 siswa baru kelas X SMA Al Kautsar mengawali pelajaran baru dengan mengikuti pesantren kilat (sanlat) selama tiga hari, Kamis—Sabtu (13—15/7).  Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair mengatakan pesantren kilat merupakan program kerja SMA Al Kautsar dan ciri khas sekolah Islam Unggulan di Lampung ini.
“Sanlat ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman pada siswa dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk ibadah maupun muamalah, membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami,” kata Eko Anzair, kemarin (12/7). Selain itu, lanjutnya, Sanlat juga akan membuka wawasan, pemikiran, dan pemahaman para siswa tentang nilai-nilai dan sejarah Islam sehingga tertanam ruh ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan siswa dengan meneladani Rasulullah dan para sahabat. Usai kegiatan sanlat, pada Senin—Rabu pekan depan, para siswa baru ini juga wajib  mengikuti Pengenal Lingkungan Sekolah (PLS).

Sementara itu, Seksi Kurikulum Panitia Sanlat, Drs Burmawi memaparkan tentang materi-materi yang disampaikan kepada peserta selama pelaksanaan sanlat. Menurutnya, ada sekitar sebelas materi yang disampaikan yaitu Tauhid, Wajibnya mengikuti sunnah dalam beribadah, Islam adalah agama yang sempurna, bimbingan shalat dan bersuci.
Dilanjutkan dengan materi akhlak kepada manusia, thoharah, wajibnya hijab atau menutup aurat dan menundukkan pandangan, larangan berbuat syirik. Materi lainnya berupa hak muslim atas muslim yang lainnya, kewajiban menuntut ilmu syar’i, serta melakukan penjajakan baca quran siswa-siswa baru. “Juga ada proses taaruf atau pengenalan tentang kegiatan-kegiatan keagamaan di SMA Al Kautsar. Diakhir pelaksanaan, para siswa akan mengikuti post test yang akan menjadi bahan evaluasi bagi guru agama dalam membimbing dan mengembangkan kemampuan agama Islam siswa yang bersangkutan,” ujar Burmawi.
Burmawi mengatakan, penyampaian materi-materi tersebut diharapakan menanamkan moral dan kepribadian Islami siswa sejak dini. Selain wawasan keislaman, para siswa juga diajarkan tentang nilai kebersamaan, kepemimpinan, dan kemasyarakatan baik secara langsung maupun tidak langsung. “Kami berharap, dengan mengkuti sanlat ini, para siswa Al Kautsar memiliki pondasi agama yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin keras, terutama di kalangan remaja yang cenderung mengalami degrasi moral dan nilai-nilai agama,” tuturnya.
Pagi kemarin, 352 siswa baru  berkumpul di plaza SMA Al Kautsar mendengarkan penjelasan tata terbit sanlat yang disampaikan oleh panitia. Diantaranya hador 15 menit sebelum kegiatan dimulai, menjaga ketertiban, kesopanan, dan mengikuti semua kegiatan sanlat. Selain itu, peserta dilarang membawa ponsel, membuang sampah disembarang tempat,  membawa senjata tajam, serta pulang pada saat kegiatan kecuali dengan izin panitia.
FOTO : Para siswa baru SMA Al Kautsar mendengarkan pemaparan tata tertib pelaksanaan pesantren kilat yang disampaikan panitia Sanlat, Rabu (12/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *