Tim paduan suara SMA Al Kautsar unjuk kemampuan di ajang internasional Bali International Choir Festival (BICF), Sabtu (15/7), di Denpasar, Bali. Tim paduan suara yang terdiri dari 37 siswa tersebut diberangkatkan dari sekolah Rabu sore (12/7). Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Al Kautsar Yudi Antoni berpesan kepada peserta untuk menjaga kesehatan, tidak meninggalkan shalat, dan memberikan penampilan terbaik.

“Ini untuk perdana paduan suara kita bertanding di luar Lampung dan langsung di even internasional. Kalau di tingkat provinsi kita sudah dua kali menjadi juara I, untuk itu, berikan penampilan yang terbaik di Bali nanti, semoga kita juga bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Yudi Antoni.
Guru pembina paduan suara yang juga guru seni budaya, Edi Alfirudi mengatakan sebelum berlomba pada tanggal 15 Juli di ajang BICF, tim paduan suara terlebih dahulu mendapatkan clinic choir dari instruktur internasional. “Jadi siswa tidak hanya ikut lomba, tapi juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan choir dari instruktur internasional sehari sebelum lomba,” kata Edi, kemarin.
Edi menjelaskan, diajang BICF nanti, tim paduan suara SMA Al Kautsar akan membawakan kategori folklore yang membawakan lagu dan koreografi tradisional Lampung dan Bali. Lagu Lampung yang ditampilkan berjudul Udiya ciptaan Hafizi Hasan, dan lagu Bali berjudul Janger ciptaan Anonim.  “Untuk penampilan ini saya meng-arrensemen tujuh tangga nada suara yaitu tenor 1, tenor 2, alto 1, alto 2, sopran 1, sopran 2, dan bas. Irama lagu Lampung kental ke melayu dan untuk Janger menggunakan nada pentatonik,” ujar Edi.
Menurutnya, 37 tim paduan suara SMA Al Kautsar sudah terbagi dari penyanyi, pemain musik, dan penari. Alat musik yang digunakan berupa cetik, akordion, gitar klasik, rebana, dan seruling Lampung yang disebut serdam. Eldi mengatakan latihan menuju ajang bergengsi ini dilakukan selama satu bulan melibatkan guru Al Kautsar dan beberapa pelatih profesional.  “Untuk latihan koreografi dilakukan oleh Bu Martha Linda, guru Al Kautsar. Ada juga pelatih dari luar yaitu Kak Raden dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengajarkan tentang musik tradisional. Juga ada pelatih dari Taman Budaya Provinsi Lampung Pak Sutarko dan Bu Tuti,” ujarnya.
Untuk meningkatkan semangat dan menambahkan wawasan, Edi  mengunggah pertandingan paduan suara internasional di youtube yang ditonton bersama tim paduan suaranya. “Agar siswa tidak lagi berpikir standarisasi lokal dan nasional, karena ini adalah pertandingan internasional, jadi harus memiliki wawasan tentang standar internasional,” katanya.
Menurut Eldi, ajang BICF ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara diantaranya Austraalia, Singapura, Malaysia dan China. Peserta memperebutkan medali emas (gold medal), medali perak (silver medal), dan medali perak (bronze medal). “Saya berharap peduan suara Al Kautsar bisa memboyong medali perak saja, itu sudah luar biasa.”
FOTO : Tim paduan suara SMA Al Kautsar saat fitting baju pakaian adat Lampung yang akan digunakan pada lomba paduan suara di ajang  internasional Bali International Choir Festival (BICF), Sabtu (15/7), di Denpasar, Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *