Tim paduan suara SMA Al Kautsar atau AKA Choir berhasil meraih medali perak (silver medal) di ajang internasional Bali International Choir Festival (BICF) yang digelar Sabtu (15/7), di Denpasar, Bali. Kepala SMA Al Kautsar, Eko Anzair mengapresiasi prestasi bidang seni tingkat internasional yang diraih AKA Choir ini. Menurunya, ini merupakan perdana AKA Choir berlomba di ajang internasional dan langsung meraih prestasi yang membanggakan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, artinya kerja keras siswa dan guru serta dukungan para orangtua memberikan hasil yang maksimal,” ujar Eko Anzair, kemarin (18/7).
 

Guru pembina paduan suara yang juga guru seni budaya, Edi Alfirudi mengatakan nilai yang diperoleh tim AKA Choir 29,35, nyaris mendapatkan medali emas (gold medal). Penampilan 123 peserta dari 14 negara tersebut melibatkan juri dari beberapa negara diantaranya Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Philipina, Amerika Serikat, dan Kanada. Tim paduan suara SMA Al Kautsar sendiri, lanjut Edi berlomba untuk kategori folklore. “Untuk kategori folklore diikuti oleh 21 grup, alhamdulillah AKA Choir berhasil meraih medali perak sesuai dengan target kami. Selain itu, tim Al Kautsar juga mendapat penghargaan The Best Costum,” ujar Edi yang masih dalam perjalanan dari Bali ke Lampung, saat dihubungi melalui whattsapp.
 
Edi menjelaskan, sebelum perlombaan, seluruh peserta lomba paduan suara terlebih dahulu mendapatkan clinic choir dari instruktur internasional, untuk AKA Choir mendapat clinic choir dari Mr. Heechurl Kim dari Korea Selatan.  “Selain ikut lomba, para siswa juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan choir dari instruktur internasional,” ujarnya. Di ajang  BICF ini,   tim AKA Choir membawakan lagu dan koreografi tradisional Lampung dan Bali. Lagu Lampung yang ditampilkan berjudul Udiya ciptaan Hafizi Hasan, dan lagu Bali berjudul Janger ciptaan Anonim.  Edi yang juga seorang arranger  meng-arrensemen dua lagu daerah tersebut menggunakan tujuh tangga nada suara yaitu tenor 1, tenor 2, alto 1, alto 2, sopran 1, sopran 2, dan bas. Irama lagu Lampung kental ke melayu dan untuk Janger menggunakan nada pentatonik.
 
Dia memaparkan, tim AKA Choir terdiri dari 37 orang  yang terbagi atas  penyanyi, pemain musik, dan penari. Alat musik yang digunakan berupa cetik, akordion, gitar klasik, rebana, dan seruling Lampung yang disebut serdam. Sebelumnya, Eldi mengatakan latihan menuju ajang bergengsi ini dilakukan selama satu bulan melibatkan guru Al Kautsar dan beberapa pelatih profesional.  “Untuk latihan koreografi dilakukan oleh Bu Martha Linda, guru Al Kautsar. Ada juga pelatih dari luar yaitu Kak Raden dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengajarkan tentang musik tradisional. Juga ada pelatih dari Taman Budaya Provinsi Lampung Pak Sutarko dan Bu Tuti,” ujarnya.
 
Untuk meningkatkan semangat dan menambah wawasan, Edi  mengunggah pertandingan paduan suara internasional di youtube yang ditonton bersama tim paduan suaranya. “Agar siswa tidak lagi berpikir standarisasi lokal dan nasional, karena ini adalah pertandingan internasional, jadi harus memiliki wawasan tentang standar internasional,” katanya.
 
 FOTO : Tim Paduan Suara SMA Al Kutsar (AKA Choir) usai tampil di panggung Internasional Bali International Choir Festival (BICF) yang digelar Sabtu (15/7), di Denpasar, Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *