Penampilan tim paduan suara SMA Al Kautsar atau AKA Choir di ajang Bali International Choir Festival (BICF)  2017 mendapat apresiasi dari para dewan juri dan penonton dari 14 negara. Bahkan, salah satu penyelenggara festival paduan suara dari China langsung mengundang tim AKA Choir untuk tampil di negeri sakura tersebut pada November mendatang. “Usai penampilan di atas panggung, banyak yang memberi apllaus dan selamat, bahkan ada penyelenggaran festival dari China yang mengajak untuk ikut tampil di China pada November nanti, “ tutur pembina paduan suara AKA Choir, Edi Alfirudi menceritakan pengalaman selama lomba saat penyambutan di yayasan Al Kautsar, Kamis (20/7).

Penyambutan tim AKA Choir dihadiri oleh Ketua Yayasan Al Kautsar Wagiso, Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair, pembina yayasan Al Kautsar,  pengurus serta para orangtua siswa di aula yayasan Al Kautsar. Menurut Eldi,  dari semua kategori yang dilombakan di ajang festival paduan suara internasional tersebut, kategori folklore merupakan yang paling berat. Tim AKA Choir harus berhadapan dengan 20 grup lain yang sudah memiliki pengalaman di kejuaraan-kejuaraan internasional, seperti tim paduan suara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjajaran (Unpad). “Saat diumumkan tim Al Kautsar meraih perak, anak-anak menangis semua, juri nanya kenapa nangis. Karena tidak percaya bisa meraih perak padahal latihan hanya satu bulan. Dewan juri sangat mengapreasi, bagi pemula yang tampil di ajang ini dan hanya latihan sebulan suda bisa sebagus ini, itu luar biasa,” tutur Edi.
Dia menekankan, prestasi yang diraih bukan hanya karena latihan keras seluruh pelatih dan siswa, tapi terutama karena restu dan ridho dari para orangtua siswa. Eldi memaparkan, AKA Choir membentuk grup orang tua (AKA Choir Parent) dimana semua aktivitas dan kegiatan latihan di upload di grup tersebut.  “Jadi sebelum lomba, saya juga upload kegiatan kami selama Bali. Jadi, ada orang tua yang membaca yasin dari Lampung sebelum  kami naik panggung. Sedangkan, kami bersama anak-anak melakukan shalat tahajud di malam sebelum perlombaan,” ujar Edi.
Dalam waktu dekat, lanjutnya,  tim paduan suara Al Kautsar bersiap menghadapi Lomba Paduan Suara Teknokrat Tingkat Provinsi Lampung yang merupakan even tahunan Teknokrat diselenggarakan pada November.
Kepala SMA Al Kautsar Eko Anzair mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para orangtua yang telah memberikan dukungan penuh kepada sekolah untuk mengikuti ajang internasional tersebut. Eko mengatakan, dengan perolehan medali perak tersebut, terbukti bahwa siswa-siswa SMA Al Kautsar tidak hanya berprestasi dibidang akademik, tapi juga dibidang non akademik. “Lengkap prestasi di Al Kautsar, beberapa waktu lalu ada tiga siswa kita yang meraih medali perak dan perunggu di OSN di Riau, dan sekarang tim paduan suara dapat medali perak. Pada Agustus nanti akan ada lagi siswa Al Kautsar yang ikut pertukaran pelajar ke Amerika dan ada juga siswa yang ikut Olimpiade Sains Internasional di Perancis,” kata Eko.
Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso mengungkapkan rasa bangga dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas peraihan medali perak di BICF. Dia mengakui selama ini yayasan Al Kautsar fokus kepada bidang akademik, tapi dengan semakin banyaknya prestasi non akademik berupa grup, maka pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk meningkatkan anggaran untuk mendukung prestasi di bidang non akademik.  Selama dua tahun ini,  pihak yayasan Al Kautsar memberikan penghargaan dan uang pembinaan kepada para siswa berprestasi baik untuk bidang akademik maupun non akademik. “Kami sangat berterimakasih atas dukungan para orangtua. Ke depan akan ditingkatkan anggaran untuk  grup,”
 FOTO : Pembina Paduan Suara SMA Al Kautsar Edi Alfirudi menerima penghargaan dan medali perak di atas panggung BICF.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *