SD Al Kautsar mewakili Lampung di ajang Lomba UKS Tingkat Nasional. Penilaian oleh enam juri dari pusat akan dilakukan hari ini (26/4). Tim UKS SD Al Kautsar akan menampilkan parade prestasi enam program unggulan yaitu bidang kerohanian, dokter cilik, polisi kebersihan, keolahragaan, seni budaya, dan partisipasi pihak ketiga.
“Selain itu juga akan ditampilkan kreativitas siswa di bidang membatik dari Sanggar Batik, melukis dari Sanggar Lukis, dan Kaligrafi. Tim juri pastinya akan melihat program yang unik dan unggul, di Al Kautsar kami memiliki polisi kebersihan yang berjumlah sekitar 180 siswa atau 10%  dari total siswa SD Al Kautsar,” kata Wakil Bidang Kesiswaan SD Al Kautsar Sugeng Priyono, Selasa (25/4).

Menurut Sugeng, polisi kebersihan ini bertugas memberikan penyuluhan tentang kebersihan kepada teman-teman sebayanya, selain itu juga menindak atau memberi sanksi bagi siswa atau warga sekolah yang melakukan pelanggaran. “Itu ada aturannya, misalnya membuang sampah tidak pada tempat sampah akan disanksi hapalan ayat tertentu atau membaca Alquran,” kata Sugeng.
Dia mempaparkan, secara prosedur, polisi kebersihan akan mengeluarkan kartu pelanggaran untuk siswa tersebut dan memberikannya kepada wali kelas. Selanjutnya, wali kelas yang memanggil siswa yang melakukan pelanggaran dan memberikan sanksi berupa hapalan ayat Alquran.
Hal lain yang menjadi unggulan, kata Sugeng adalah kegiatan membatik yang sudah beberapa tahun ini menjadi ekstrakurikuler di SD Al Kautsar. Bahkan, karya batik siswa SD Al Kautsar sudah pernah meraih juara nasional di ajang FLS2N. “Juga ada dokter cilik yang juga sudah pernah meraih prestasi nasional, ya kami berharap persiapan yang sudah maksimal dari 21 pokja memberikan hasil terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Sugeng mengatakan,biasanya dalam lomba UKS ini ada tiga hal yang menjadi pertimbangan dalam penilaian diantaranya pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan, termasuk kerjasama dengan pihak ketiga.
Menurut Sugeng, UKS SD Al Kautsar telah menjalin kerjasama berkelanjutan dengan Puskemas Rajabasa Indah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia Provinsi Lampung, Kemendikbud melalui Program Pendidikan Keluarga, serta Program Nestle Healthy Kids yang bekerjasama dengan PT Nestle. “Melalui kerjasama PT Nestle ini siswa mendapatkan wawasan tentang nutrisi, serta pemanfaatan sampah menjadi barang berguna seperti tas, hiasan, dan lainnya,” kata dia.
Sementara itu, tim juri yang terdiri dari Kementrian Kesehatan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Agama akan turun ke SD Al Kautsar serta berkeliling melihat penerapakan prilaku hidup bersih dan sehat warga sekolah. Salah satu tim juri, Agus Supriyanto mengatakan penilaian bersifat rahasia. Namun, dia memaparkan tiga hal yang akan dinilai secara umum adalah best performance yang menekankan pada penilaian kinerja.
“Ini khusus untuk sekolah di perkotaan, kami melihat bobot kinerjanya, sedangkan untuk sekolah di daerah atau pedesaan lebih kepada best achievement dengan melihat upaya-upaya sekolah tersebut mewujudkan kebersihan dan kesehatan di sekolah,” kata Agus. Sedangkan kriteria ketiga adalah best of behavior yang menekankan penilian kepada prilaku siswa, guru, staf serta warga sekolah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *