Hingga hari terakhir pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), sebanyak 294 siswa SMA Al Kautsar hadir 100%. Waka Kurikulum SMA Al Kautsar Mesiyanto mengatakan di hari terakhir UNBK, siswa jurusan IPA mengerjakan mata ujian pilihan fisika, kimia dan biologi. Sedangkan siswa jurusan IPS mengerjakan mata ujian pilihan geografi, sosiologi, dan sejarah. “Mata ujian pilihan ini kan sudah dipilih sejak sebelum ujian, jadi mereka mengerjakan soal-soal ujian sesuai mata pelajaran yang dipilih,” kata Mesiyanto ditemui di sekolah, kemarin.

Menurutnya, sejak hari pertama UNBK, kehadiran siswa mencapai 100%. Pada hari pertama UNBK dilaksanakan ujian Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan hari keempat mata pelajaran pilihan. Selama pelaksaan UNBK, lanjutnya, tidak ditemukan kendala berarti. “Pemasukan token atau login oleh siswa juga tidak ada yang terlambat dan terkendala, secara teknis semuanya lancar,” tutur dia.
Mesiyanto menejelaskan, untuk kelancaran dan kecepatan akses komputer pihak sekolah menyediakan bandwidth sebesar 20 megabyte dan untuk back up sebesar 15 megabyte. Pelaksanaan ujian menggunakan tiga ruang laboratorium dengan masing-masing ruang memiliki 33 komputer. “Di masing-masing ruang ada tiga komputer cadangan,” kata dia. Dengan jumlah peserta sebanyak 294 siswa, maka dalam satu hari pelaksanaan UNBK dibagi menjadi tiga sesi.
Sesuai peraturan UNBK, kata Mesiyanto, pengawasan dilakukan secara ketat, siswa dilarang membawa tas dan ponsel saat ujian. Seluruh siswa harus mengumpulkan tas di luar kelas. Selain itu, panitia, pengawas ataupun pejabat yang meninjau ujian dilarang masuk ke dalam ruangan dan dilarang mengambil foto saat ujian. “Ini sesuai peraturan, tidak boleh bawa ponsel, tidak boleh bawa kamera dan menjepret foto saat anak-anak ujian karena dikuatirkan mengganggu konsentasi anak mengerjakan soal ujian,” ujar Mesiyanto.
Tahun ini merupakan perdana SMA Al Kautsar melaksanakan ujian berbasis komputer. Salah satu siswa SMA Al Kautsar, Syifa mengatakan tidak mengalami kendala teknis selama pelaksanaan UNBK sebab mereka sudah beberapa kali melakukan simulasi sebelum ujian. Menurut Syifa, ujian menggunakan komputer lebih efektif dan mudah. “Milih jawabannya lebih enak, tinggal pencet, kalau dulu kan harus ngitamin bulatan di kertas, kadang takut ketipisin atau ketebalan,” tuturnya.
Menurutnya, soal UNBK juga terlalu sulit karena semua soal yang ditanyakan pada UNBK sudah dipelajari di sekolah. Apalagi, pihak sekolah juga memberikan pelajaran tambahan untuk persiapan UNBK tiga bulan sebelum pelaksanaan ujian. “Kami sudah sering membahas soal-soal ujian, beberapa kali simulasi, ya nggak terlalu sulit sih, tapi pada ujian kemarin, ada beberapa jawaban yang meragukan,” kata Syifa.

Waka Kurikulum SMA Al Kautsar Mesiyanto menunjukkan susunan bangku dan nama-nama peserta yang mengikuti UNBK Utama selama empat hari, Senin–Kamis (10–13/4), yang ditempel di kaca ruang laboratorium tempat pelaksanaan ujian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *